
Atas dasar keprihatinan sembari mengisi masa puasa dan Prapaskah orang muda Katolik St. Eduardus merasa terpanggil untuk harus bergerak membersihkan bahu jalan jalur Watunggong-Lok Pahar sebagai bentuk mencintai ibu bumi dan mengantisipasi terjadinya kecelakan lalu lintas akibat tingginya belukar di sepanjang jalan tersebut.
Kolase foto kegiatan kerja bakti OMK St Eduardus Watunggong membersihkan bahu jalan jalur Watunggong-Lok Pahar, Manggarai Timur.
Paroki St Eduardus Watunggong terus menggalakkan beragam aksi nyata dalam setiap moment termasuk pada masa Prapaskah 2026.
Sejak Minggu pertama masa Prapaskah dan Puasa, umat Paroki Watunggong telah melaksanakan kegiatan-kegiatan karitatif, katekese kreatif dan kerja bakti.
Masa Prapaskah kali ini juga dimaknai oleh Orang Muda Katolik (OMK) Watunggong dengan beberapa aksi karitatif termasuk yang teranyar mereka melakukan kerja bakti di sekitaran ruas jalan Watunggong menuju Lok Pahar.
Dikoordinir Ketua OMK dan dukungan Pastor Paroki St Eduardus Watunggong, RD Martin Kendo, mereka menyisir bahu jalan yang dipenuhi semak dengan aksi gesit membersihkannya.
Jalur Watunggong-Lok Pahar merupakan jalan Kabupaten namun terkesan "dibiarkan bertumbuh" semak liar yang lebat dan tinggi sekan tak diperdulikan, terkesan apatis dengan "kotornya" bahu jalan tersebut.
Atas dasar keprihatinan sembari mengisi masa puasa dan Prapaskah OMK merasa terpanggul dan harus bergerak untuk membersihkan bahu jalan itu sebagai bentuk mencintai ibu bumi serta mengantisipasi terjadinya kecelakan lalu lintas.
Mereka membawa serta mesin potong untuk membabat belukar liar yang nakal dan menghalangi arus lalu lintas dari dan ke Watunggong.
Aksi OMK tersebut menjadi sebuah gerakan kecil yang hendaknya memantik rasa peduli pemerintah untuk bergerak, tak boleh diam menyaksikan romolnya lingkungan jalan raya (dan bahu jalan).
Kegiatan ini juga sekaligus sebagai realisasi rencana kerja OMK yang sudah dibuat beberapa bulan lalu sebagai bentuk kepedulian dan cinta terhadap ibu bumi.
Ayo teruslah bergerak OMK Watunggong. Jadilah generasi masa kini dan masa depan Gereja yang aktif, kreatif dan inovatif serta peduli pada lingkungan dan senantiasa mengendus jejak Allah lewat aksi-aksi ekologi.***