
Musik liturgi Katolik merupakan musik suci yang menyatu dengan perayaan ekaristi/ibadat, berfungsi memuliakan Allah, dan menyucikan umat. Ciri utamanya adalah sakral, indah, sesuai tata gerak liturgi, dan diutamakan untuk membantu doa bersama. Nyanyian liturgi berbeda dengan lagu rohani biasa karena terikat pada teks dan ritus liturgi.
Novena Kerahiman Ilahi mengajarkan kita dua hal penting: Permohonan (Ask) dan Kepercayaan (Trust). Kita diajak untuk tidak pernah lelah meminta rahmat Tuhan, dan percaya bahwa sebesar apa pun dosa atau masalah kita, kasih Tuhan jauh lebih besar lagi. Kerahiman Ilahi yang senantiasa mengalirkan rahmat pengampunan menanti kedatangan kita untuk rebah memohon kepadaNya.
Para mahasiswa dengan sabar dan setia sambil terus tersenyum ketika menyapa dan membimbing adik-adik kecilnya. Menuntun mereka untuk mewarnai gambar secara baik, benar dan indah. Membimbing mereka untuk menggunakan setiap pensil warna pada bagian-bagian gambar yang sesuai sehingga hasilnya tampak indah dan anggun.
Pada beberapa titik pelayanan, yang menjadi petugas keamanan adalah komunitas Remaja Masjid (Remas). Mereka sangat setia dalam menjalani peran tersebut yang memastikan setiap perayaan dapst berlangsung dengan aman dan kondusif. Selain itu, ada juga unsur TNI/Polri yang selalu hadir dalam setiap perayaan.
Dengan penuh kekhusyukan, umat berjalan bersama melewati 14 perhentian. Setiap perhentian menceritakan tahapan kisah sengsara Yesus, mulai dari dijatuhi hukuman mati, memikul salib, hingga wafat dan dimakamkan. Suasana terasa sangat hening, khidmat, dan penuh doa, seolah membawa seluruh hadirin kembali menyaksikan peristiwa penebusan dosa tertersebut.
Ketika Dia memikul salib ke Golgota, Dia memberi contoh kepada kita. Salib hidup kita mungkin berbeda—bisa berupa kesulitan, sakit, kekecewaan, atau pengorbanan—tapi Dia berkata: "Jangan takut, Aku sudah mendahului kamu. Aku menanggung yang terberat, supaya kamu punya kekuatan untuk menjalani yang ada di depanmu."