
Para peserta dibekali dengan materi-materi yang mendalam, bernas, dan sangat relevan dengan tantangan pelayanan masa kini. Pengetahuan ini menjadi bekal utama bagi para pemimpin umat untuk mengimplementasikan program Paroki Sayang Anak (PSA), serta memahami langkah-langkah nyata dalam mencegah, meminimalisir dan menangani kasus-kasus kekerasan maupun pelecehan seksual yang sayangnya masih terjadi di tengah masyarakat.
Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Eduardus Watunggong menunjukkan kepedulian nyata terhadap sesama lewat aksi sosial. Mereka berhasil memfasilitasi pengadaan dan pemasangan meteran listrik bagi keluarga Bapak Yosef Ornei, warga Watunggong, Desa Satar Nawang, Kecamatan Congkar, Kabupaten Manggarai Timur.
Kegiatan retret ini akan berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 1 hingga 5 Juli 2026. Momen ini sangat penting sebagai wadah pembinaan rohani, waktu khusus untuk berhenti sejenak dari kesibukan, mendekatkan diri, serta menjalin keakraban yang lebih dalam dengan Tuhan.
Selama dua hari penyelenggaraan, suasana kegiatan terasa sangat kondusif dan hangat. Para peserta terlihat memiliki semangat dan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap sesi pembelajaran. Kesetiaan mereka mengikuti jalannya acara terlihat jelas; meskipun berlangsung seharian penuh, tidak tampak rasa lelah mengurangi perhatian dan keikutsertaan mereka.
Dalam prosesi tersebut, Diakon Hendra didampingi dan diantar oleh keluarga serta rombongan umat dari Stasi Papang, Paroki St. Arnoldus Janssen Ponggeok. Sebagai wujud penyatuan iman dan budaya, ia dikalungi selendang leros, dikenakan topi khas Congkar, serta sarung Punca Titi yang menjadi ciri budaya masyarakat setempat.
Suasana haru menyelimuti momen tersebut. Bapak Lasarus Dalus dan keluarganya tampak sangat terharu hingga meneteskan air mata menerima uluran tangan ini. Ia mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pimpinan Keuskupan Ruteng, Bapa Uskup serta jajaran Komisi Caritas Keuskupan atas perhatian dan kepedulian yang diberikan.