
Para mahasiswa dengan sabar dan setia sambil terus tersenyum ketika menyapa dan membimbing adik-adik kecilnya. Menuntun mereka untuk mewarnai gambar secara baik, benar dan indah. Membimbing mereka untuk menggunakan setiap pensil warna pada bagian-bagian gambar yang sesuai sehingga hasilnya tampak indah dan anggun.
Pada beberapa titik pelayanan, yang menjadi petugas keamanan adalah komunitas Remaja Masjid (Remas). Mereka sangat setia dalam menjalani peran tersebut yang memastikan setiap perayaan dapst berlangsung dengan aman dan kondusif. Selain itu, ada juga unsur TNI/Polri yang selalu hadir dalam setiap perayaan.
Dengan penuh kekhusyukan, umat berjalan bersama melewati 14 perhentian. Setiap perhentian menceritakan tahapan kisah sengsara Yesus, mulai dari dijatuhi hukuman mati, memikul salib, hingga wafat dan dimakamkan. Suasana terasa sangat hening, khidmat, dan penuh doa, seolah membawa seluruh hadirin kembali menyaksikan peristiwa penebusan dosa tertersebut.
Ketika Dia memikul salib ke Golgota, Dia memberi contoh kepada kita. Salib hidup kita mungkin berbeda—bisa berupa kesulitan, sakit, kekecewaan, atau pengorbanan—tapi Dia berkata: "Jangan takut, Aku sudah mendahului kamu. Aku menanggung yang terberat, supaya kamu punya kekuatan untuk menjalani yang ada di depanmu."
Segala persiapan menjelang Tri Hari Suci Katolik (Kamis Putih, Jumat Agung dan Vigili Paskah) telah dilakukan oleh panitia dengan sangat baik termasuk persiapan penerimaan kunjungan Mahasiswa-mahasiswi Program Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) yang berasistensi di pusat Paroki St Eduardus Watunggong, Keuskupan Ruteng, dalam wilayah Kecamatan Congkar, Manggarai Timur, NTT.
Aksi mengeruk air sontak menjadi perhatian warga yang melintasi jalan tersebut. Mereka mengungkapkan apresiasi dan terimakasih dengan caranya masing-masing atas niat OMK untuk mengeringkan air di kubangan badan jalan umum yang mungkin tidak secara langsung menampar nurani para pemegang wewenang yang setiap hari melewati jalur itu tapi terkesan diam.