
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menjalin keakraban serta mempererat hubungan silaturahmi antar lembaga pendidikan di wilayah Watunggong dan Sambi Rampas. Melalui pertemuan ini, terjalin rasa saling kenal, saling menghargai dan kebersamaan yang erat di antara warga pendidikan.
Kegiatan Live in ini berlangsung selama kurang lebih empat hari, terhitung mulai tanggal 21 hingga 24 Mei 2026. Berbagai aktivitas bermakna telah disusun dalam jadwal kegiatan. Salah satu agenda utamanya adalah pemberian katekese yang dilakukan secara bergilir di setiap KBG. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya berperan sebagai pembelajar, tetapi juga berbagi pengetahuan iman dan pengalaman rohani bersama umat di lingkungan masing-masing.
Menindaklanjuti program Sinode IV Keuskupan Ruteng, Paroki St. Eduardus Watunggong kembali melaksanakan kegiatan katekese bagi umat. Katekese Sinode IV Sesi III Bidang Diakonia ini mengangkat tema pertama, “Judi Online adalah Dosa,” sebagai bentuk kepedulian Gereja terhadap maraknya persoalan judi online yang semakin memengaruhi kehidupan masyarakat.
Kunjungan ini pun meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh warga Nelo-Ntaram. Sebuah kisah indah tentang persaudaraan yang membuktikan bahwa kerukunan hidup beragama di Manggarai bukan sekadar wacana, melainkan sesuatu yang dihayati dan dijalankan dalam keseharian, demi terciptanya kedamaian dan kesejahteraan bersama.
“Kisah hari ini adalah bukti bahwa di sini, di tanah Nelo-Ntaram ini, kerukunan bukan sekadar kata-kata di atas kertas, melainkan sesuatu yang kami jalani, kami rawat dan kami hidupi setiap hari. Terima kasih Bapak Uskup. Langkah Bapak mengajarkan kami semua bahwa cinta kasih adalah bahasa yang dimengerti oleh semua orang, tanpa memandang agama apa pun yang dianutnya,” tutup Bapak Yusuf Daik disambut tepuk tangan meriah dan haru dari seluruh warga yang hadir.
Paroki St. Eduardus Watunggong kembali menggelar prosesi Arca Maria Bunda Segala Bangsa sebagai ungkapan iman dan devosi umat kepada Bunda Maria. Pada Bulan Mei ini, prosesi dilaksanakan di dua stasi, yakni Stasi Cumbi serta Stasi Kenda–Lawi.