
Tolok ukur Allah berbeda dengan kita. Bila kita lebih banyak menilai berdasarkan status sosial, Allah menilai kita berdasarkan status iman kita.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa Yesus menerima diri kita apa adanya. Oleh karena itu, kita tidak perlu menunggu sampai kita memiliki motivasi yang benar dan iman yang kuat untuk membawa persoalan-persoalan kita kepada Yesus. Mari kita bawa luka-luka fisik, penyakit mental, serta kelelahan spiritual kita dan mohon sentuhan penyembuhan-Nya bagi diri kita.
Semoga sebagai Gereja yang berjalan bersama dalam semangat sinodalitas, kita sungguh menjadi umat yang beriman teguh, bersaudara sejati dan misioner yang rendah hati, sehingga lewat hidup kita, dunia dapat merasakan kehadiran Kerajaan Allah.
Perayaan Misa Launching Tahun Sinode IV Keuskupan Ruteng di tingkat Paroki Santo Eduardus Watunggong berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita pada Minggu, 1 Februari 2026. Misa pembukaan ini dirayakan di Gereja Paroki Santo Eduardus Watunggong sebagai wujud partisipasi paroki dalam menyambut dan menghidupi perjalanan Sinode IV Keuskupan Ruteng.
Pesta Yesus dipersembahkan di Kanisah mengingatkan kita – para orang Katolik – bahwa persembahan yang purna adalah penyerahan seluruh hidup kita pada rencana Tuhan. Pesta ini juga mengajak kita untuk mengingat kembali bahwa kita sebenarnya sudah dipersembahkan kepada Tuhan melalui baptisan yang kita terima.
Paroki St Eduardus Watunggong dalam perjalanan waktunya yang ke 16 tahun ini sudah melewati beragam hal dalam dinamika reksa pastoral yang tentu saja selalu terbuka pada evaluasi dan masukan-masukan yang sifatnya membangun termasuk program reksa pastoral tahun 2025 yang telah dilewati wajib dievaluasi dan dilihat lagi proses dan realisasinya untuk perbaikan-perbaikan ke depan.