
Aksi mengeruk air sontak menjadi perhatian warga yang melintasi jalan tersebut. Mereka mengungkapkan apresiasi dan terimakasih dengan caranya masing-masing atas niat OMK untuk mengeringkan air di kubangan badan jalan umum yang mungkin tidak secara langsung menampar nurani para pemegang wewenang yang setiap hari melewati jalur itu tapi terkesan diam.
Suasana khidmat dan penuh devosi menyelimuti Gereja Paroki St. Eduardus Watunggong pada Rabu, 25 Maret 2026 pukul 10.00 WITA, saat Komunitas Legio Maria Kuria Watunggong merayakan Misa Acies.
Umat di pusat Paroki St. Eduardus Watunggong menunjukkan semangat pertobatan yang konkrit dalam masa Puasa Prapaskah Tahun Sinode 2026 melalui aksi bersama berupa pemasangan jalan telford dan pembersihan kebun paroki.
Melalui pelaksanaan Misa Alam ini, OMK St. Eduardus Watunggong menunjukkan kerinduan mereka untuk semakin dekat dengan alam sekaligus menyadari kebesaran Tuhan yang nyata dalam seluruh ciptaan. Kegiatan ini menjadi wujud iman yang hidup, yang tidak hanya dirayakan dalam liturgi, tetapi juga diwujudkan dalam kepedulian terhadap lingkungan dan kebersamaan.
Dikatakan bahwa ada "penunggu" di dalam gua berupa seekor belut besar tambun. Selain itu dinding-dinding gua bak gorden yang dipahat. Bebatuannya sangat unik bagai prasasti peninggalan masa purba. Bahkan ada beberapa batu yang bentuknya mirip manusia. Fenomena-fenomena tersebut membuat gua Witu Niki unik dan patut didatangi.
Atas dasar keprihatinan sembari mengisi masa puasa dan Prapaskah orang muda Katolik St. Eduardus merasa terpanggil untuk harus bergerak membersihkan bahu jalan jalur Watunggong-Lok Pahar sebagai bentuk mencintai ibu bumi dan mengantisipasi terjadinya kecelakan lalu lintas akibat tingginya belukar di sepanjang jalan tersebut.