
Sebanyak 35 pasang calon suami istri turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Para peserta menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas inisiatif model pelayanan seperti ini. Mereka merasa sangat terbantu karena tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh dan melelahkan, sehingga dapat lebih fokus menyerap seluruh materi dan bimbingan yang diberikan demi mempersiapkan perkawinan yang sakral dan kokoh.
Acara yang sarat makna ini ditutup dengan penampilan istimewa di tengah halaman kampung: Tarian Toleransi, yang dibawakan bersama oleh anak-anak dari Masjid Nurul Iman Nelo dan anak-anak dari KBG Cinta Damai. Gerakan yang serasi, wajah yang ceria, dan senyum tulus mereka menjadi penutup paling indah — simbol nyata bahwa di halaman kampung Nelo, persaudaraan melampaui segala perbedaan, dan kebersamaan adalah kekuatan terbesar kita semua.
Melepaskan mereka bukan berarti kehilangan, melainkan sebuah bentuk pengorbanan dan dukungan umat untuk mempersiapkan mereka menjadi pelayan-pelayan Tuhan yang kelak akan berguna bagi Gereja dan sesama. Dengan kerelaan hati, umat pun mengantar kepergian mereka, sambil mengucapkan selamat jalan dan terima kasih.
Nyanyian para seminaris mampu menghantar seluruh umat yang hadir untuk masuk dan menyelami makna mendalam dari peristiwa turunnya Roh Kudus, menghadirkan suasana surgawi yang mempersatukan hati semua orang yang beriman. Umat yang hadir pun tampak sangat menikmati dan terhanyut dalam keindahan lantunan lagu-lagu tersebut, yang mengangkat semangat iman dan sukacita kebangkitan.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menjalin keakraban serta mempererat hubungan silaturahmi antar lembaga pendidikan di wilayah Watunggong dan Sambi Rampas. Melalui pertemuan ini, terjalin rasa saling kenal, saling menghargai dan kebersamaan yang erat di antara warga pendidikan.
Kegiatan Live in ini berlangsung selama kurang lebih empat hari, terhitung mulai tanggal 21 hingga 24 Mei 2026. Berbagai aktivitas bermakna telah disusun dalam jadwal kegiatan. Salah satu agenda utamanya adalah pemberian katekese yang dilakukan secara bergilir di setiap KBG. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya berperan sebagai pembelajar, tetapi juga berbagi pengetahuan iman dan pengalaman rohani bersama umat di lingkungan masing-masing.