
Kerja bakti dimulai pukul 15.00 WITA dan berlanjut secara terus‑menerus hingga 18.30 WITA. Para peserta bahu‑membahu menyisir bersih seluruh sisi kiri dan kanan pinggir jalan utama. Dengan peralatan sederhana yang dibawa masing‑masing, mereka tekun memungut sampah‑sampah berserakan, membersihkan tumpukan dedaunan kering, serta menata lingkungan sekitar agar tampak rapi, bersih dan asri.
Tidak hanya bantuan fisik, momen kunjungan kasih ini juga disempurnakan dengan perayaan Misa Kudus dan pemberkatan yang dilaksanakan tepat di lokasi kejadian. Perayaan ini menjadi sumber kekuatan rohani, tempat keluarga korban menuangkan doa dan harapan, serta menerima kekuatan baru untuk bangkit kembali dari keterpurukan.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama yang telah disepakati dalam pertemuan rutin OMK pada hari Minggu, 31 Mei 2026 yang lalu. Dengan penuh kesadaran dan semangat kebersamaan, para anggota OMK bergerak untuk menata dan membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal mereka, agar tampak bersih, rapi, dan indah saat hari raya rohani tersebut tiba.
Sebanyak 35 pasang calon suami istri turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Para peserta menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas inisiatif model pelayanan seperti ini. Mereka merasa sangat terbantu karena tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh dan melelahkan, sehingga dapat lebih fokus menyerap seluruh materi dan bimbingan yang diberikan demi mempersiapkan perkawinan yang sakral dan kokoh.
Acara yang sarat makna ini ditutup dengan penampilan istimewa di tengah halaman kampung: Tarian Toleransi, yang dibawakan bersama oleh anak-anak dari Masjid Nurul Iman Nelo dan anak-anak dari KBG Cinta Damai. Gerakan yang serasi, wajah yang ceria, dan senyum tulus mereka menjadi penutup paling indah — simbol nyata bahwa di halaman kampung Nelo, persaudaraan melampaui segala perbedaan, dan kebersamaan adalah kekuatan terbesar kita semua.
Melepaskan mereka bukan berarti kehilangan, melainkan sebuah bentuk pengorbanan dan dukungan umat untuk mempersiapkan mereka menjadi pelayan-pelayan Tuhan yang kelak akan berguna bagi Gereja dan sesama. Dengan kerelaan hati, umat pun mengantar kepergian mereka, sambil mengucapkan selamat jalan dan terima kasih.