
Menindaklanjuti program Sinode IV Keuskupan Ruteng, Paroki St. Eduardus Watunggong kembali melaksanakan kegiatan katekese bagi umat. Katekese Sinode IV Sesi III Bidang Diakonia ini mengangkat tema pertama, “Judi Online adalah Dosa,” sebagai bentuk kepedulian Gereja terhadap maraknya persoalan judi online yang semakin memengaruhi kehidupan masyarakat.
Kunjungan ini pun meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh warga Nelo-Ntaram. Sebuah kisah indah tentang persaudaraan yang membuktikan bahwa kerukunan hidup beragama di Manggarai bukan sekadar wacana, melainkan sesuatu yang dihayati dan dijalankan dalam keseharian, demi terciptanya kedamaian dan kesejahteraan bersama.
“Kisah hari ini adalah bukti bahwa di sini, di tanah Nelo-Ntaram ini, kerukunan bukan sekadar kata-kata di atas kertas, melainkan sesuatu yang kami jalani, kami rawat dan kami hidupi setiap hari. Terima kasih Bapak Uskup. Langkah Bapak mengajarkan kami semua bahwa cinta kasih adalah bahasa yang dimengerti oleh semua orang, tanpa memandang agama apa pun yang dianutnya,” tutup Bapak Yusuf Daik disambut tepuk tangan meriah dan haru dari seluruh warga yang hadir.
Paroki St. Eduardus Watunggong kembali menggelar prosesi Arca Maria Bunda Segala Bangsa sebagai ungkapan iman dan devosi umat kepada Bunda Maria. Pada Bulan Mei ini, prosesi dilaksanakan di dua stasi, yakni Stasi Cumbi serta Stasi Kenda–Lawi.
Staf Pastoral Anak Kemitraan WVI–Puspas Ruteng bersama tim melaksanakan kegiatan animasi dan penguatan kapasitas SEKAMI di Paroki St. Eduardus Watunggong, Minggu (3/5/2026).
Mengusung tema “One Christ, United in Mission”, perayaan berlangsung meriah dengan keterlibatan aktif anak-anak SEKAMI (Serikat Kepausan Anak Misioner). Mereka tampil kreatif melalui berbagai animasi panggilan yang memperkaya suasana liturgi.