
Prosesi dimaknai sebagai tanda Gereja yang sedang berjalan; melambangkan kondisi umat Allah yang berziarah bersama menuju tanah air surgawi. Gereja yang tidak hanya berpusat di altar tetapi berjalan, berziarah keluar untuk melihat realitas, membawa tanggung jawab sebagai peziarah yang membawa praksis altar ekonomi kreatif.
Romo Haryatmoko menjabarkan juga tentang trik dan tahapan pembuatan akun media digital juga menganjurkan agar sebaiknya dibentuk tim untuk lebih memudahkan seluruh proses pewartaan berbasis digital. Resiko pasti selalu ada tetapi kita mesti berkeyakinan bahwa pewartaan berbasis digital merupakan sebuah model pewartaan yang lebih mudah diakses dan cepat sampai kepada umat.
Dalam Sinode IV sesi II ini akan tampil tiga pembicara ahli. Pertama dalam Bidang Pewartaan Dr. Haryatmoko dari STF Driyarkara Jakarta, akan membahas tema “Membangun Ekosistem Pewartaan Digital dalam Gereja Sinodal”. Dalam Bidang Pengudusan, Dr. Inosensius Sutam akan membicarakan tema “Gereja yang Berziarah dalam Prosesi dan Festival Religi”. Dalam Bidang Persekutuan, Prof. Dr. Yohanes S. Lon akan mempresentasikan tema “Komunitas Basis Gerejawi yang hidup”.
Sinode yang dewasa bukan hanya pandai berbicara tetapi juga rendah hati untuk mendengarkan. Mendengar sebelum menilai dan memahami sebelum menyimpulkan. Biarkan realitas umat berbicara, demikian Uskup Ruteng menjelaskan.
Musik liturgi Katolik merupakan musik suci yang menyatu dengan perayaan ekaristi/ibadat, berfungsi memuliakan Allah, dan menyucikan umat. Ciri utamanya adalah sakral, indah, sesuai tata gerak liturgi, dan diutamakan untuk membantu doa bersama. Nyanyian liturgi berbeda dengan lagu rohani biasa karena terikat pada teks dan ritus liturgi.
Novena Kerahiman Ilahi mengajarkan kita dua hal penting: Permohonan (Ask) dan Kepercayaan (Trust). Kita diajak untuk tidak pernah lelah meminta rahmat Tuhan, dan percaya bahwa sebesar apa pun dosa atau masalah kita, kasih Tuhan jauh lebih besar lagi. Kerahiman Ilahi yang senantiasa mengalirkan rahmat pengampunan menanti kedatangan kita untuk rebah memohon kepadaNya.