
Aturan tidak hanya memastikan keteraturan hidup bersama. Aturan juga harus bisa menjamin semua manusia hidup layak, baik, dan aman di balik keteraturan itu.
Rangkaian kegiatan ini menunjukkan komitmen Paroki St. Eduardus Watunggong dalam membangun iman umat secara berkelanjutan, baik melalui komunitas basis gerejani maupun melalui pendidikan iman bagi anak-anak di sekolah. Dengan partisipasi aktif umat dan kreativitas para fasilitator, katekese menjadi sarana pembinaan iman yang hidup, relevan, dan membangun kebersamaan dalam Gereja.
Mukjizat bisa kita alami kala kita mendekati Yesus dengan kerendahan hati yang sungguh, iman yang teguh, doa yang merindu, dan penyerahan diri yang total pada Tuhan.
Semakin sederhana situasi yang kita alami, semakin kita harus berjuang untuk menemukan Tuhan di dalamnya. Ketika kita mampu menyadari kehadiran-Nya itu, kita akan disembuhkan dari kebutaan rohani kita.
Relasi kita dengan Dia tidak dibangun di atas dasar pencapaian atau perbandingan dengan yang lain tetapi di atas dasar pengakuan bahwa kita selalu membutuhkan Dia.
Rekoleksi ini menjadi moment penting untuk melihat kembali apa saja yang telah dilalui bersama. Menata kembali retak-retak hidup yang sempat tergores kerikil egoisme untuk memintalnya kembali menjadi etalase yang utuh dalam iman dan persekutuan. Komunitas rohani hendaknya menjadi pioner dalam semangat sinodalitas.