
Kerja bakti dimulai pukul 15.00 WITA dan berlanjut secara terus‑menerus hingga 18.30 WITA. Para peserta bahu‑membahu menyisir bersih seluruh sisi kiri dan kanan pinggir jalan utama. Dengan peralatan sederhana yang dibawa masing‑masing, mereka tekun memungut sampah‑sampah berserakan, membersihkan tumpukan dedaunan kering, serta menata lingkungan sekitar agar tampak rapi, bersih dan asri.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama yang telah disepakati dalam pertemuan rutin OMK pada hari Minggu, 31 Mei 2026 yang lalu. Dengan penuh kesadaran dan semangat kebersamaan, para anggota OMK bergerak untuk menata dan membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal mereka, agar tampak bersih, rapi, dan indah saat hari raya rohani tersebut tiba.
Dengan penuh kekhusyukan, umat berjalan bersama melewati 14 perhentian. Setiap perhentian menceritakan tahapan kisah sengsara Yesus, mulai dari dijatuhi hukuman mati, memikul salib, hingga wafat dan dimakamkan. Suasana terasa sangat hening, khidmat, dan penuh doa, seolah membawa seluruh hadirin kembali menyaksikan peristiwa penebusan dosa tertersebut.
Melalui pelaksanaan Misa Alam ini, OMK St. Eduardus Watunggong menunjukkan kerinduan mereka untuk semakin dekat dengan alam sekaligus menyadari kebesaran Tuhan yang nyata dalam seluruh ciptaan. Kegiatan ini menjadi wujud iman yang hidup, yang tidak hanya dirayakan dalam liturgi, tetapi juga diwujudkan dalam kepedulian terhadap lingkungan dan kebersamaan.
Atas dasar keprihatinan sembari mengisi masa puasa dan Prapaskah orang muda Katolik St. Eduardus merasa terpanggil untuk harus bergerak membersihkan bahu jalan jalur Watunggong-Lok Pahar sebagai bentuk mencintai ibu bumi dan mengantisipasi terjadinya kecelakan lalu lintas akibat tingginya belukar di sepanjang jalan tersebut.
Kehidupan kaum muda saat ini tak terlepas dari media sosial, namun hal ini juga sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi kaum muda apakah mereka akan terus berada pada zona pewartaan diri ataukah juga turut mengeksplore dan mewartakan Injil lewat media sosial miliknya. Katekese kali ini mengajak kaum muda untuk lebih bijak menggunakan media sosila dan memotivasi agar mereka setia serta turut menjadi "Influencer Tuhan".