
Atas dasar keprihatinan sembari mengisi masa puasa dan Prapaskah orang muda Katolik St. Eduardus merasa terpanggil untuk harus bergerak membersihkan bahu jalan jalur Watunggong-Lok Pahar sebagai bentuk mencintai ibu bumi dan mengantisipasi terjadinya kecelakan lalu lintas akibat tingginya belukar di sepanjang jalan tersebut.
Rekoleksi ini menjadi moment penting untuk melihat kembali apa saja yang telah dilalui bersama. Menata kembali retak-retak hidup yang sempat tergores kerikil egoisme untuk memintalnya kembali menjadi etalase yang utuh dalam iman dan persekutuan. Komunitas rohani hendaknya menjadi pioner dalam semangat sinodalitas.