
Lautan Umat di dusun Pata paroki St Eduardus Watunggong, Keuskupan Ruteng menyambut kedatangan bunda Maria meski dalam cuaca yang tidak bersahabat, hujan dan jalanan yang licin berlumpur namun tidak menyurutkan iman dan niat hati mereka untuk berjumpa, melihat, duduk dan berdoa bersama sang bunda yang mengunjungi mereka.
Kolase foto prosesi dan penerimaan arca Maria bunda segala bangsa di enam KBG Kampung Pata
Kunjungan Arca Santa Maria Bunda Segala Bangsa ke kampung-kampung dalam wilayah paroki St. Eduardus Watunggong ternyata sangat dirindukan oleh seluruh umat.
Sejak berdirinya Paroki, baru tahun ini kita memulai perarakan atau prosesi arca Maria berkunjung ke setiap Kelompok Basis Gerejawi (KBG) dan kampung-kampung.
Salah satu stasi yang dikunjungi adalah Ngkodal. Stasi Ngkodal merupakan stasi terjauh dengan kondisi jalan sangat buruk untuk paroki dan wilayah Kabupaten Manggarai Timur. Untuk mencapai setiap kampung di stasi Ngkodal membutuhkan kejelian dan kehati-hatian karena jalan tanah yang sempit dan berlumpur.
Sejak hari Senin, 24 November 2025 Bunda Maria dihantar dari pusat Paroki menuju Stasi Ngkodal yang disambut dengan sangat meriah. Penuh sukacita dalam kekeluargaan.
Pemandangan menarik ketika arca bunda Maria segala bangsa berkunjung ke dusun/kampung Pata.
Kondisi cuaca saat itu hujan deras, jalan licin, sempit, mendaki sehingga Bunda Maria hanya dipangku 1 orang.
Meski demikian, tidak menyurutkan iman umat yang menghantar dan yang menyambut bunda Maria. Di sinilah kita melihat betapa besar kerinduan umat untuk berjumpa dengan sang bunda.
Bahkan karena saking rindunya, bunda Maria disapa secara adat (kepok tiba) di masing-masing (6) KBG dalam wilayah dusun Pata. Atas dasar besarnya rasa rindu dan cinta umat pada nunda Maria maka dirayakan dua kali misa.
Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP), Ignatius Randus yang turut hadir bersama umat di Stasi Ngkodal, mengatakan bahwa di sanalah terjadi mukjizat yang nyata lewat doa salam Maria.
"Kami misa pertama di kampung pata dgn hujan dan kabut, mereka hanya berpayungkan pohon beringin, dan terutama kekuatan doa satu kali salam Maria (berdoa dalam hati, disampaikan romo), sungguh luar biasa hujan langsung redah dan cuaca sangat cerah. Makan siang jam 14.30 Wita. Lanjut hantar ke 2 KBG berikutnya pada pukil 15.30 dengan cuaca hujan kembali tetapi tidak menyurutkan iman mereka, tetap melakukan prosesi dengan cara Arca dipangku oleh satu orang, itu yang jalan licin, sempit dalam vidio terakhir. Kami makan malam pukul 21.30 Wita. Sampai pagi ini umat di 6 KBG kampung Pata masih gilir berdoa (mete untuk duduk berdoa bersama bunda segala bangsa), sampai sebentar pukul 08.30 diarakan ke kampung congkar", urai Kepala Sekolah SMAN 4 Sambi Rampas tersebut.
Melihat kenyataan tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa selama ini umat terlalu merindukan kehadiran bunda Maria, rindu untuk menyapa bunda Maria, rindu untuk menyampaikan isi hati kepada bunda Maria, rindu untuk duduk bercerita dalam doa bersama bunda Maria.
Prosesi bunda Maria ini sudah diagendakan untuk dilakukan setiap tahun sebagai salah satu bagian reksa pastoral tetap paroki StEduardusWatunggong.***