Warna-warni dalam lutrgi Gereja Katolik merupakan simbol yang sarat makna dan penggunaannya disesuaikan dengan tema atau nuansanya. Gereja Katolik menggunakan warna-warni liturgi untuk membedakan setiap perayaan yang menjadi kekhasan tersendiri dan menjadi kekuatan sebuah Perayaan Ekaristi.
Betapa sakralnya roti yang dipecah-pecahkan pada saat misa Kudus yang dirayakan setiap hari karena pada waktu dan moment itu Tuhan benar-benar hadir menjelmakan diriNya sebagai makanan yang diberikan bagi manusia sebagai santapan kehidupan, santapan Kudus yang abadi, tak bernoda dan berdaya menyelamatkan. Maka ketika itu, umat yang hadir sebaiknya memberi sikap terbaik untuk menghormati yakni menyembah-Nya.
Hidup kita tidak terlepas dari yang namanya perselihian, disakiti dan dihina namun kita tidak perlu merasa jatuh apalagi stress dan putus asa karena hal itu. Kita harus mampu menghadapi segala rintangan dengan bangkit dan selalu berpikir positif untuk membalasnya dengan cara yang elegan yakni dengan mampu menunjukkan diri dengan segala kemampuan yang dimiliki.
Lautan Umat di dusun Pata paroki St Eduardus Watunggong, Keuskupan Ruteng menyambut kedatangan bunda Maria meski dalam cuaca yang tidak bersahabat, hujan dan jalanan yang licin berlumpur namun tidak menyurutkan iman dan niat hati mereka untuk berjumpa, melihat, duduk dan berdoa bersama sang bunda yang mengunjungi mereka.
Punya pertanyaan, keluhan, masukan atau saran, silahkan isi form dibawah, untuk sampaikan.