
Betapa sakralnya roti yang dipecah-pecahkan pada saat misa Kudus yang dirayakan setiap hari karena pada waktu dan moment itu Tuhan benar-benar hadir menjelmakan diriNya sebagai makanan yang diberikan bagi manusia sebagai santapan kehidupan, santapan Kudus yang abadi, tak bernoda dan berdaya menyelamatkan. Maka ketika itu, umat yang hadir sebaiknya memberi sikap terbaik untuk menghormati yakni menyembah-Nya.
Tubuh Tuhan dipecah-pecahkan dan diberikan sebagai makanan kehidupan maka sembahlah
Oleh : Pater Fabio H. Seran
(Imam SDV dan Misionaris di Vietnam)
Perayaan Ekaristi atau misa Kudus adalah sebuah perayaan komunio yang diwariskan sendiri oleh Kristus kepada Gereja-Nya.
Dia mengingatkan dan menginginkan agar Gereja senantiasa merayakan Ekaristi yang di dalamnya terdapat proses inkarnasi (perubahan roti menjadi tubuh Tuhan) sebagai tanda kehadiran-Nya di tengah dunia.
Di dalam Ekaristi Tubuh Kristus akan dipecah-pecahkan dan dibagikan sebagai makanan kehidupan bagi setiap orang.
Setelah umat saling bertukar salam. Ruang suci (Gereja) hening. Kemudian imam berbalik ke altar. Ia mengambil Hosti Kudus dan memecahkannya.
Sekilas, mungkin tampak seperti gestur sederhana. Sebuah keharusan praktis sebelum membagikannya. Tetapi jauh lebih dari itu.
Inilah momen ketika Anak Domba dipecah, bukan dalam kematian, melainkan dalam persembahan sakramental.
Kalvari dihadirkan, dan misteri kasih ilahi terbentang di depan mata kita.
✝️ “DIA DIHANCURKAN KARENA DOSA-DOSA KITA”
Yesaya bernubuat:
“Dia tertikam karena pelanggaran kita, Dia diremukkan karena kejahatan kita…” — Yesaya 53:5
Kini, dalam Misa, nubuat itu hidup kembali. Bukan dengan rasa sakit, melainkan dengan kehadiran. Bukan dengan darah, melainkan dengan Tubuh. Bukan dengan kekerasan, melainkan dengan belas kasih yang nyata.
Hosti dipecah-pecahkan sebagai tanda bahwa Kristus, meskipun telah bangkit dan dimuliakan, tetap mempersembahkan diri-Nya sepenuhnya, untuk dibagikan, untuk diterima, untuk dikonsumsi.
✝️ DI SINILAH KOMUNI/PERSEKUTUAN DIMULAI
Ekaristi bukanlah sesuatu yang privat. Ekaristi adalah satu Roti yang dipecah-pecahkan untuk banyak orang.
“Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.”... 1 Korintus 10:17
Pemecahan Hosti mengingatkan kita bahwa Tubuh Kristus dipecah-pecahkan agar Gereja dapat disempurnakan.
✝️ SEBUAH GERAKAN YANG BERAKAR DALAM KRISTUS SENDIRI
Pada Perjamuan Terakhir, Injil mengatakan:
“Yesus mengambil roti, mengucap syukur, memecahkannya, lalu memberikannya…”
Ia melakukan hal yang sama sekarang.
Mengambil. Memberkati. Memecah-mecahkan. Memberi. Itulah pola kasih ilahi.
Setiap imam mengikuti misteri yang sama karena setiap Misa adalah Perjamuan dan Kurban yang diperbarui.
✝️ DOMBA YANG DISembelih, SEKARANG DIBAGIKAN
Di Gereja perdana, mereka tidak hanya menyebutnya Ekaristi.
Mereka menyebutnya "Pemecahan Roti." (Kisah Para Rasul 2:42)
Karena dalam satu tindakan itu, mereka melihat seluruh Injil:
Anak Domba yang disembelih, Kristus yang memberi makan Gereja-Nya, Allah yang menyerahkan diri-Nya, berulang kali.
Anak Domba tidak dipatahkan untuk dilukai, Ia dipatahkan untuk diperbanyak, untuk memberi makan dunia.
JADI:
Lain kali Anda menghadiri Misa dan melihat Hosti diangkat, lalu dipecah-pecahkan, Jangan hanya menonton. Sembahlah.
Karena dalam patahan itu, Gereja melihat kesembuhannya.
Dalam gestur itu, Surga memberikan Roti-Nya kepada yang lapar.
Dalam keheningan itu, suara kasih berkata:
“Inilah Tubuh-Ku, dipecah-pecahkan (diberikan) untukmu.”
Anda sedang menyaksikan kasih yang lebih suka dipecah-pecahkan, daripada membiarkan Anda kosong.
Anda sedang menyaksikan Anak Domba Allah, memberi makan dunia… sepotong demi sepotong yang kudus.***