
OMK Paroki St. Eduardus Watunggong melakukan pendataan terhadap umat (paling) terdampak gempa bumi sebagai tindak lanjut permintaan Caritas Keuskupan Ruteng
Kehadiran Frater Andre membawa angin segar. Semangat baru membara di hati para anggota koor; suasana latihan berjalan penuh sukacita, santai namun tetap serius. Setiap nada yang dilatih diiringi kehangatan persaudaraan, membuat semua merasa menikmati setiap prosesnya. Keindahan suara koor seolah menjadi jembatan yang mengangkat hati kepada Tuhan, memperindah perayaan sakramen Pernikahan Suci tersebut.
Kegiatan retret ini akan berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 1 hingga 5 Juli 2026. Momen ini sangat penting sebagai wadah pembinaan rohani, waktu khusus untuk berhenti sejenak dari kesibukan, mendekatkan diri, serta menjalin keakraban yang lebih dalam dengan Tuhan.
Sepanjang prosesi, Sakramen Mahakudus ditahtakan di dalam monstrans dan dinaungi sebuah kemah sederhana yang dirancang oleh anggota Orang Muda Katolik (OMK) paroki. Para anggota OMK bergotong-royong memikul kemah tersebut sepanjang jalur perarakan sebagai bentuk penghormatan dan penjagaan terhadap Sakramen Mahakudus yang dibawa oleh para imam.
Kerja bakti dimulai pukul 15.00 WITA dan berlanjut secara terus‑menerus hingga 18.30 WITA. Para peserta bahu‑membahu menyisir bersih seluruh sisi kiri dan kanan pinggir jalan utama. Dengan peralatan sederhana yang dibawa masing‑masing, mereka tekun memungut sampah‑sampah berserakan, membersihkan tumpukan dedaunan kering, serta menata lingkungan sekitar agar tampak rapi, bersih dan asri.
Atas dasar keprihatinan sembari mengisi masa puasa dan Prapaskah orang muda Katolik St. Eduardus merasa terpanggil untuk harus bergerak membersihkan bahu jalan jalur Watunggong-Lok Pahar sebagai bentuk mencintai ibu bumi dan mengantisipasi terjadinya kecelakan lalu lintas akibat tingginya belukar di sepanjang jalan tersebut.