
Sepanjang prosesi, Sakramen Mahakudus ditahtakan di dalam monstrans dan dinaungi sebuah kemah sederhana yang dirancang oleh anggota Orang Muda Katolik (OMK) paroki. Para anggota OMK bergotong-royong memikul kemah tersebut sepanjang jalur perarakan sebagai bentuk penghormatan dan penjagaan terhadap Sakramen Mahakudus yang dibawa oleh para imam.
Kerja bakti dimulai pukul 15.00 WITA dan berlanjut secara terus‑menerus hingga 18.30 WITA. Para peserta bahu‑membahu menyisir bersih seluruh sisi kiri dan kanan pinggir jalan utama. Dengan peralatan sederhana yang dibawa masing‑masing, mereka tekun memungut sampah‑sampah berserakan, membersihkan tumpukan dedaunan kering, serta menata lingkungan sekitar agar tampak rapi, bersih dan asri.
Atas dasar keprihatinan sembari mengisi masa puasa dan Prapaskah orang muda Katolik St. Eduardus merasa terpanggil untuk harus bergerak membersihkan bahu jalan jalur Watunggong-Lok Pahar sebagai bentuk mencintai ibu bumi dan mengantisipasi terjadinya kecelakan lalu lintas akibat tingginya belukar di sepanjang jalan tersebut.
Kehidupan kaum muda saat ini tak terlepas dari media sosial, namun hal ini juga sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi kaum muda apakah mereka akan terus berada pada zona pewartaan diri ataukah juga turut mengeksplore dan mewartakan Injil lewat media sosial miliknya. Katekese kali ini mengajak kaum muda untuk lebih bijak menggunakan media sosila dan memotivasi agar mereka setia serta turut menjadi "Influencer Tuhan".
Orang Muda Katolik St Eduardus Watunggong sekali lagi membuat decak kagum dengan aksi sosial karitatif yang dilaksanakan pada Valentine Day dengan mengunjungi sebuah keluarga untuk berbagi kasih, membawa bingkisan sebagai bentuk perayaan hari Valentine, memperluas kasih sayang bagi sesama yang membutuhkan dukungan dan perhatian cinta.
Orang Muda Katolik St Eduardus Watunggong menginisiasi kegiatan bazar orang muda berbelarasa untuk membantu sesama saudara yang terdampak bencana alam di Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Aceh dengan menjajakan aneka cemilan dan makan berat sebagai bentuk kepedulian dan gerakan karitatif untuk kemanusiaan. Mereka disupport penuh oleh Pastor Paroki dan Pastor pendamping OMK.