
Sekami paroki St Eduardus Watunggong mengisi ulang tahun anak Misioner ke 118 dengan mengambil bagian pada Perayaan Ekaristi dan kegiatan karitatif. Suasana penuh sukacita tampak dari setiap gerakan mereka. Meski berjalan kaki dan sekali-sekali njmpang mobil tetapi tidak ada keluhan yang terucap, sebaliknya tawa-canda menjadi pewarna dalam perjalanan karitatif itu.
Kolase kegiatan Sekami Paroki St Eduardus Watunggong mengisi ulang tahun anak Misioner ke 118
Anak Misioner (atau SEKAMI, Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner) adalah anak-anak yang dibina untuk menjadi misionaris cilik, mewartakan iman Katolik lewat aksi nyata seperti Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian (2D2K), dengan semboyan "Children Helping Children" (Anak Membantu Anak).
Mereka diajak menjadi pembawa damai dan harapan dengan kasih sayang serta kepedulian kepada sesama, terutama yang kurang beruntung, dan merayakan Hari Anak Misioner Sedunia setiap Minggu pertama Januari bersamaan dengan Epifani.
Tahun ini, bertepatan dengan Hari Anak Misioner ke 183 tahun, Sekami Paroki St Eduardus Watunggong mengisinya dengan melakukan aksi kemanusiaan.
Mereka juga mengambil bagian penuh pada perayaan Ekaristi : tugas koor, lektor dan memeragakan drama singkat yang berjudul "Berjalan Bersama Bintang" serta animasi.
Mereka berhasil membuat umat yang hadir tersenyum dan mengajak umat untuk masuk dalam permenungan akan kisah tiga raja dari Timur yang berjalan mengikuti petunjuk bintang, penuh iman menghadap SangbRaja Semesta yang baru lahir.
Setelah perayaan Ekaristi, dilanjutkan dengan aksi karitatif, berkunjung ke rumah para lansia dan orang sakit sambil membagikan bingkisan yang telah disiapkan.
Sebagai informasi, bingkisan yang disediakan merupakan hasil usaha mereka sendiri, mereka menyisihkan sedikit dari uang jajannya untuk berbagi dengan sesama yang membutuhkan dan sumbangan dari orang-orang baik yang menaruh perhatian pada kegiatan Sekami.
Mereka tidak hanya berkunjung dan berbagi tetapi juga berdoa bersama di titik-titik yang sudah ditentukan.
Bersama dengan pendamping Sekami, AS Rabasa dan Pastor Pendamping, RD. Kiven, mereka berkegiatan dengan semangat mulai pukul 10.30 Wita hingga pukul 15.00 Wita.
Suasana penuh sukacita tampak dari setiap gerakan mereka. Meski berjalan kaki dan sekali-sekali njmpang mobil tetapi tidak ada keluhan yang terucap, sebaliknya tawa-canda menjadi pewarna dalam perjalanan karitatif itu.
Mereka yang dikunjungi pun tampak penuh sukacita menyambut dan menerima kelompok Sekami. Beberapa umat bahkan memberikan sumbangan sukarela dan membeli minuman serta snack untuk mereka.
Mereka belajar menjadi Misionaris Cilik: Anak-anak yang berpartisipasi aktif dalam mewartakan Injil melalui teladan hidup yang penuh sukacita dan kasih, menjadi bintang penuntun menuju Kristus.
Secara lansung kegiatan ini menanamkan nilai-nilai misioner sejak dini, seperti doa, derma, kurban (pengorbanan), dan kesaksian hidup yang baik. Menekankan solidaritas dan belas kasih antar anak dan sesama.
Menjadi bagian integral dari gereja, diajak membangun persekutuan yang solider dan peduli melalui kegiatan gereja.
Kegiatan hari ini menunjukkan kepada kita bahwa Sekami Watunggong selalu hidup dan semangat dalam berkegiatan yang baik penuh kasih dan belarasa.
Mereka mau menunjukkan eksistesinya yang tak redup oleh perkemabngan zaman dan modernisasi. Justeru di masa ini mereka semakin bergairah dan bersemangat dalam bersinodal.
Sekami Watunggong teruslah bergerak sambil berbuat baik. Teruslah menjadi masa kini Gereja yang menjunjung tinggi nilai-nilai kasih kemanusiaan.
Maju dan jayalah terus!!!