
Kegiatan Live in ini berlangsung selama kurang lebih empat hari, terhitung mulai tanggal 21 hingga 24 Mei 2026. Berbagai aktivitas bermakna telah disusun dalam jadwal kegiatan. Salah satu agenda utamanya adalah pemberian katekese yang dilakukan secara bergilir di setiap KBG. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya berperan sebagai pembelajar, tetapi juga berbagi pengetahuan iman dan pengalaman rohani bersama umat di lingkungan masing-masing.
“Kisah hari ini adalah bukti bahwa di sini, di tanah Nelo-Ntaram ini, kerukunan bukan sekadar kata-kata di atas kertas, melainkan sesuatu yang kami jalani, kami rawat dan kami hidupi setiap hari. Terima kasih Bapak Uskup. Langkah Bapak mengajarkan kami semua bahwa cinta kasih adalah bahasa yang dimengerti oleh semua orang, tanpa memandang agama apa pun yang dianutnya,” tutup Bapak Yusuf Daik disambut tepuk tangan meriah dan haru dari seluruh warga yang hadir.
Gendang Ntungal Watunggong secara resmi diakui sebagai gendang yang legal dengan forma dna natura yang ada di dalamnya setelah menerima Surat Keputusan Masyarakat Hukum Adat dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur yang diserahkan oleh Wakil Bupati, Tarsisius Sjukur, S.S. Ungkapan syukur dimaknai dengan Perayaan Ekaristi inkulturasi yang dipimpin RD. Kiven.
Perayaan Misa Launching Tahun Sinode IV Keuskupan Ruteng di tingkat Paroki Santo Eduardus Watunggong berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita pada Minggu, 1 Februari 2026. Misa pembukaan ini dirayakan di Gereja Paroki Santo Eduardus Watunggong sebagai wujud partisipasi paroki dalam menyambut dan menghidupi perjalanan Sinode IV Keuskupan Ruteng.
Paroki St Eduardus Watunggong dalam perjalanan waktunya yang ke 16 tahun ini sudah melewati beragam hal dalam dinamika reksa pastoral yang tentu saja selalu terbuka pada evaluasi dan masukan-masukan yang sifatnya membangun termasuk program reksa pastoral tahun 2025 yang telah dilewati wajib dievaluasi dan dilihat lagi proses dan realisasinya untuk perbaikan-perbaikan ke depan.
Sekami paroki St Eduardus Watunggong mengisi ulang tahun anak Misioner ke 118 dengan mengambil bagian pada Perayaan Ekaristi dan kegiatan karitatif. Suasana penuh sukacita tampak dari setiap gerakan mereka. Meski berjalan kaki dan sekali-sekali njmpang mobil tetapi tidak ada keluhan yang terucap, sebaliknya tawa-canda menjadi pewarna dalam perjalanan karitatif itu.