
Mengusung tema “One Christ, United in Mission”, perayaan berlangsung meriah dengan keterlibatan aktif anak-anak SEKAMI (Serikat Kepausan Anak Misioner). Mereka tampil kreatif melalui berbagai animasi panggilan yang memperkaya suasana liturgi.
Dengan penuh kekhusyukan, umat berjalan bersama melewati 14 perhentian. Setiap perhentian menceritakan tahapan kisah sengsara Yesus, mulai dari dijatuhi hukuman mati, memikul salib, hingga wafat dan dimakamkan. Suasana terasa sangat hening, khidmat, dan penuh doa, seolah membawa seluruh hadirin kembali menyaksikan peristiwa penebusan dosa tertersebut.
Sekami paroki St Eduardus Watunggong mengisi ulang tahun anak Misioner ke 118 dengan mengambil bagian pada Perayaan Ekaristi dan kegiatan karitatif. Suasana penuh sukacita tampak dari setiap gerakan mereka. Meski berjalan kaki dan sekali-sekali njmpang mobil tetapi tidak ada keluhan yang terucap, sebaliknya tawa-canda menjadi pewarna dalam perjalanan karitatif itu.
Paroki St Eduardus Watunggong menyelenggarakan kegiatan lomba kuis, Bertutur kitab suci dan Menyanyikan mazmur untuk seluruh kategori sekolah dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas sebagai bentuk dan proses pengembangan iman generasi muda masa depan Gereja dan memberikan wadah serta kesempatan bagi mereka untuk mengekspresikan serta mengeksplorasi kemampuannya tentang kitab suci dan pengetahuan umum dalam Gereja Katolik.
Perjalanan hidup membawa kita pada berbagai perjumpaan dengan berbagai individu dalam beragam situasi dan nuansa. Setiap pertemuan akan berujung pada perpisahan yang tidak jarang menuntut orang untuk sedih, menangis dan bahkan terluka. Itulah yang dialami juga oleh umat paroki St. Eduardus Watunggong yang harus berpisah dengan seorang gembalanya.