
Orang Muda Katolik St Eduardus Watunggong sekali lagi membuat decak kagum dengan aksi sosial karitatif yang dilaksanakan pada Valentine Day dengan mengunjungi sebuah keluarga untuk berbagi kasih, membawa bingkisan sebagai bentuk perayaan hari Valentine, memperluas kasih sayang bagi sesama yang membutuhkan dukungan dan perhatian cinta.
OMK St Eduardus Watunggong memaknai Valentine Day 2026 dengan mengunjungi keluarga Bapak Yoseph Ornei sambil membawa bingkisan cinta
Valentine Day merupakan sebuah hari istimewa yang selalu diisi dengan sukacita dan kasih sayang, apalagi oleh pasangan muda-mudi. Tanggal 14 Februari menjadi saat yang paling dinanti-nantikan.
Semangat tersebut juga dialami dan dirindukan juga oleh Orang Muda Katolik Watunggong. Namun kali ini dengan cara dan aksi yang berbeda.
Hari Valentine (Valentine Day) sebenarnya memiliki arti luas bagi setiap orang, ada yang mengatakan bahwa di hari special itu setiap orang memberikan rasa sayang lebih kepada orang terkasih. Namun adapula yang mengartikan Valentine tak ubahnya hari biasa yang tanpa perlu dirayakan secara berlebihan.
Makna sebenarnya dari Valentine Day bukan hanya dengan pasangan kekasih, tapi kasih sayang juga bisa kita tunjukan terhadap orang tua, sahabat, saudara, serta orang-orang terdekat di sekitar. Dan bukan dengan memberikan hadiah, coklat ataupun note-note yang bertuliskan hal-hal manis, namun bisa juga dengan menunjukkan perlakuan manis dan menunjukkan kasih sayang yang tulus.
Tidak seperti tahun sebelumnya, Valentine Day kali ini dimaknai secara lebih luas oleh Orang Muda Katolik (OMK) St. Eduardus Watunggong dengan aksi sosial karitatif. Kasih sayang dimaknai lebih luas, melebar ke orang-orang sekitar yang membutuhkan sentuhan kasih dan perhatian.
Adalah keluarga Bapak Yoseph Ornei yang mendapat perhatian kasih dari OMK Watunggong. Mereka membuat sebuah kejutan sederhana namun mampu membangkitkan senyum.
OMK Watunggong dibawa pimpinan Saudara Emanuel Padriano menyambangi keluarga tersebut dengan membawa serta bingkisan yang merupakan tanda kasih sayang kepada Bapak Yosep sekeluarga.
Sebagai informasi, Bapak Yoseph Ornei sekeluarga trlah di sebuah rumah sederhana yang belum diterangi lampu listrik meskipun berada di tengah-tengah kota Watunggong. Mereka seakan dilupakan dalam pelayanan bantuan listrik pintar gratis. Air minum bersih pun masih harus "nebeng" dengan tetangga, belum tersentuh dengan pelayanan bantuan meteran air gratis. Memang sebuah ironi di tengah geliat ekonomi masyarakat Watunggong yang semakin berkembang pesat. Miris.
Anak-anaknya masih kecil. Si sulung akan menerima komuni pertama tahun ini.
Meskipun tinggal dalam kondisi ekonomi yang terbatas namun rasa syukur tak pernah lepas dari hidup mereka. Mereka bersyukur bukan karena berkelimpahan harta namun bersyukur karena Tuhan senantiasa mencintai mereka, menganugerahkan rahmat kesehatan.
Hebatnya, meskipun dalam ketidakmampuan ekonomi namun tifak pernah mengeluh. Mereka selalu menyampaikan duka dan kemelut hidup keluarga kepada Tuhan.
Rajin ke Gereja. Itulah yang tampak paling menonjol dari kehidupan keluarga Bapak Yoseph Ornei. Meski berjalan kaki sejauh 1 km menuju Gereja, mereka selalu menjadi yang pertama hadir di gereja, lebih dulu dari umat yang memiliki kendaraan. Sungguh, sebuah pemaknaan hidup yang unik dan luar biasa.
Kunjungan OMK ke keluarga Bapak Yoseph Ornei menjadi bukti bahwa Valentine Day tidak hanya dirayakan secara spesial antara pasangan kekasih muda-mudi tetapi lebih pada kepedulian dan berbagi dengan sesama. Di situlah letak tertinggi dari pemaknaan kasih sayang. "Apa yang kalian lakukan terhadap mereka yang lapar dan menderita, kamu melakukannya untuk Aku," demikian kata Yesus.
Hari Valentine hanya mau mengingatkan kita bahwa hidup harus perlu dirayakan, hidup mesti dibuat jadi sukacita, hidup mesti bersemarak, berwarna. Menikmati dan mensyukuri bersama yang lain, itulah perayaan sesungguhnya.
Semoga bingkisan cinta sederhana dari OMK StEduardusWatunggong membawa sukacita bagi Bapak Yoseph Ornei sekeluarga. ***