Orang Muda Katolik Sukses Laksanakan Prosesi Salib bersama Umat Watunggong

Dengan penuh kekhusyukan, umat berjalan bersama melewati 14 perhentian. Setiap perhentian menceritakan tahapan kisah sengsara Yesus, mulai dari dijatuhi hukuman mati, memikul salib, hingga wafat dan dimakamkan. Suasana terasa sangat hening, khidmat, dan penuh doa, seolah membawa seluruh hadirin kembali menyaksikan peristiwa penebusan dosa tertersebut.

Kolase proses Salib yang dilakukan di Pusat Paroki St Eduardus Watunggong dan disponsori oleh OMK bekerjasama dengan Sekami

Ratusam umat Katolik di pusat Paroki St Eduardus Watunggong berkumpul hari ini, Jumat 03 April 2026, tepat pukul 08.30 Wita untuk mengikuti prosesi Jalan Salib dalam rangka memperingati Jumat Agung. Kegiatan ini menjadi momen sakral untuk merenungkan perjalanan penderitaan Yesus Kristus menuju bukit Golgota.

Dengan penuh kekhusyukan, umat berjalan bersama melewati 14 perhentian. Setiap perhentian menceritakan tahapan kisah sengsara Yesus, mulai dari dijatuhi hukuman mati, memikul salib, hingga wafat dan dimakamkan. Suasana terasa sangat hening, khidmat, dan penuh doa, seolah membawa seluruh hadirin kembali menyaksikan peristiwa penebusan dosa tertersebut.

Pada peristiwa pertama, bagian Yesus dijatuhi hukuman mati dalam pengadilan tak adil di hadapan Pilatus, dilakonkan fragmen singkat yang menggambarkan suasana sidang kala itu.

Umat dihantar untuk masuk dalam situasi ketika Yesus diadili dan dihukum mati karena Pilatus yang lebih memilih mempertahankan kekuasaan dan kedudukan daripada berpihak pada kebenaran dan keadilan.

Pilatus walau tahu bahwa Yesus tak bersalah, Yesus adalah Kebenaran, tetapi tuntutan para pemfitnah serta ketakutan akan kehilangan posisi dalam struktur kekuasaan duniawi, di rela membuat keputusan tak manusiawi. 

Setelah itu, kemudian dilanjutkan ke perhentian kedua. Prosesi kali ini agak berbeda. Orang Muda Katolik (OMK) pusat Paroki membuat Membuat prosesi kali ini lebih khidmat.

Beberapa perhentian diselingi dengan puisi dan nyanyian yang membuat suasana semakin khusuk bahkan membuat haru sampai meneteskan air mata.

Prosesi Salib ini disponsori OMK yang berkolaborasi dengan komunitas Sekolah Minggu Katolik (Sekami) pusat Paroki.

Prosesi ini diikuti oleh seluruh kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia. Mereka berjalan bersama, berdoa bersama, dan merenung bersama, memperlihatkan kebersamaan sebagai satu keluarga besar Gereja.

Bagi umat, Jalan Salib bukan hanya tradisi, melainkan waktu untuk bersyukur atas kasih setia Tuhan yang begitu besar, serta belajar ketabahan dalam menghadapi salib kehidupan masing-masing.

Prosesi Jalan Salib hari ini tidak hanya menjadi tradisi keagamaan tetapi juga menjadi momen untuk mengingatkan kita akan nilai-nilai kasih, pengorbanan, dan ketabahan. Melalui setiap perhentian, umat diajak untuk memikul salib hidup masing-masing dengan penuh keyakinan, bahwa di balik penderitaan terdapat harapan akan kebangkitan dan kemenangan hidup yang abadi.

Umat diajak untuk semakin meneladani sikap Yesus yang sabar, rendah hati, dan rela berkorban demi keselamatan sesama.

Selamat bermenung berefleksi akan keagungan peristiwa Salib hari ini. God bless us!***

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT