
Orang Muda Katolik St Eduardus Watunggong menginisiasi kegiatan bazar orang muda berbelarasa untuk membantu sesama saudara yang terdampak bencana alam di Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Aceh dengan menjajakan aneka cemilan dan makan berat sebagai bentuk kepedulian dan gerakan karitatif untuk kemanusiaan. Mereka disupport penuh oleh Pastor Paroki dan Pastor pendamping OMK.
Kolase persiapan dan bazar orang muda Katolik Watunggong berbelarasa
Akhir tahun ini kita disajikan dengan peristiwa bencana alam yang terjadi wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.
Bencana ini utamanya berdampak pada tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kondisi cuaca ekstrem selama beberapa hari telah memicu banjir dan longsor, dengan wilayah yang paling berdampak yaitu: Aceh Tamiang, Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.
Dua pekan telah berlalu sejak bencana banjir dan longsor menghantam Sumatra Utara, Aceh dan Sumatra Barat akhir November lalu. Namun banyak wilayah masih minim mendapatkan bantuan.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 6 Desember 2025 hari ini mencatat jumlah korban tewas akibat banjir di Sumatera bertambah menjadi 914 orang.
Melihat fenomena tersebut banyak orang mulai bergerak membuat aksi solidaritas untuk berdonasi. Hal itu juga dilakukan oleh Orang Muda Katolik (OMK) paroki St Eduardus Watunggong, Keuskupan Ruteng.
Terbersit ide orang-orang muda untuk melakukan aksi donasi melalui bazar makanan dan snack yang diracik sendiri.
Ide itu muncul ketika disampaikan oleh Romo Pastor Paroki tentang gerakan berbelarasa yang dicanangkan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) lewat Komisi Caritas.
Tanpa menunggu lama, lewat media Whatsapp grup OMK, disampaikan untuk pertemuan dan merencanakan apa saja yang harus dibuat pada kegiatan "bazar OMK St. Eduardus Watunggong berbelarasa".
Mereka membuat apa yang mereka mampu lakukan semata-mata untuk berbelarasa dengan sesama saudara yang terkena bencana alam.
Ada snack dan makanan yang harganya bervariasi. Alhasil pada hari Minggu 07 Desember 2025, semua yang dijajakan habis terjual dan hasilnya akan disumbangkan, meski sedikit tapi bermakna.
Kegiatan bazar OMK itu menunjukkan bahwa orang muda memikiki rasa empati yang direalisasikan lewat tindakan nyata.
Pastor Paroki St Eduardus Watunggong yang yang Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Ruteng, RD. Martinus Gunardi Kendo (RD. Maken) pada pertemua persiapan bazar menyampaikan bahwa aksi yang dilakukan OMK merupakan kegiatan yang meliputi dua Komisi sekaligus yakni Komisi Csritas dan Komisi Kepemudaan.
Oleh karena itu, semangat OMK yang sudah ada tidak boleh kendur lagi. Teruslah berbuat baik, teruslah menjadi lilin-lilin yang bercahaya di tengah dunia yang nyaris "suram" karena beragam kerusakan baik ekologis maupun sosial.
Kegiatan bazar OMK berjalan lancar, setelah berjualan di loksi Gereja, mereka juga harus menghantar pesanan lain ke rumah-rumah umat yang sudah pesan untuk makan siang.
Tampak mereka berkegiatan dengan semangat cinta yang diwarnai canda tawa sebagai ungkapan bahwa apa yang mereka lakukan benar-benar murni dan tanpa paksaan.
Ayo..teruslah lakukan hal-hal baik. Karya baik kita meski kecil namun akan bermakna ketika orang lain merasakannya dan tersenyum.
Jadilah terus lilin-lilin yang menerangi setiap sudut ruangan hati yang gelap.***