Aksi Bulan Rosario 2026 : Umat KBG Se-Pusat Paroki St. Eduardus Watunggong Gotong Royong Mengerjakan Telford

Melalui aksi ini, umat Paroki St. Eduardus Watunggong memperlihatkan bahwa Gereja bukan semata-mata bangunan fisik, melainkan persekutuan orang-orang beriman yang tetap teguh, saling menopang, dan terus berjalan bersama, bahkan ketika menghadapi kesulitan. Semangat ini sejalan dengan pesan Santo Yakobus: “Iman tanpa perbuatan adalah mati” (Yakobus 2:26). Iman tidak berhenti pada kata-kata dan doa, tetapi mendorong setiap orang untuk melakukan sesuatu yang baik bagi sesama dan bagi kehidupan bers

Foto kegiatan dan pengerjaan telford halaman gedung aula oleh umat KBG se-Pusat Paroki St Eduardus Watunggong

Bulan Rosario bukan hanya menjadi kesempatan bagi umat Katolik untuk berdoa dan merenungkan peristiwa-peristiwa kehidupan Yesus bersama Bunda Maria, tetapi juga menjadi momentum untuk mewujudkan iman melalui tindakan nyata. Semangat inilah yang tampak dalam aksi Bulan Rosario 2026 yang dilakukan umat Kelompok Basis Gerejawi (KBG) se-Pusat Paroki St. Eduardus Watunggong melalui pengerjaan telford halaman gedung aula paroki.

Dengan penuh semangat kebersamaan, umat bergotong royong membenahi halaman gedung aula yang kini difungsikan sebagai gereja sementara setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus lalu.

Dari Bencana Menuju Semangat Kebersamaan

Gempa bumi tersebut telah merusak gedung Gereja Paroki St. Eduardus Watunggong sehingga tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan peribadatan. Berdasarkan arahan pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), aktivitas di dalam gedung gereja tidak diperbolehkan demi keselamatan umat.

Dalam situasi tersebut, gedung aula atau gedung serbaguna yang baru saja selesai dibangun menjadi tempat alternatif untuk menyelenggarakan perayaan Ekaristi dan berbagai kegiatan liturgi. Meskipun pembangunannya belum rampung seratus persen, aula itu akhirnya disiapkan menjadi rumah doa sementara bagi umat.

Tiga minggu terakhir pascagempa, umat di Pusat Paroki terus berupaya menata tempat tersebut agar semakin nyaman, bersih, dan layak digunakan untuk beribadah. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pengerjaan telford pada halaman aula.

Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian umat terhadap rumah bersama, tempat mereka berkumpul, berdoa, merayakan Ekaristi, serta mempererat persekutuan sebagai satu keluarga besar Gereja.

Rosario yang Menjelma Menjadi Tindakan Nyata

Dalam pelaksanaan aksi Bulan Rosario ini, umat KBG se-Pusat Paroki bekerja sesuai lokasi yang telah diukur dan ditentukan oleh Rasul PSE Paroki. Mereka mengambil bagian dalam pekerjaan dengan penuh antusias, bahu-membahu tanpa memandang perbedaan, dalam suasana kekeluargaan dan persaudaraan.

Ada yang memecahkan batu, mengangkat dan memindahkannya ke lokasi pengerjaan, sementara yang lain menggali tanah untuk menanam dan menyusun batu-batu tersebut agar menjadi dasar yang lebih kuat dan kokoh.

Keringat yang bercucuran dan tangan yang bekerja menjadi gambaran sederhana tentang iman yang hidup. Doa Rosario yang dipanjatkan kepada Allah melalui perantaraan Bunda Maria menemukan wujud nyatanya dalam kepedulian, pengorbanan, dan kerja bersama demi kepentingan seluruh umat.

Semangat ini sejalan dengan pesan Santo Yakobus: “Iman tanpa perbuatan adalah mati” (Yakobus 2:26). Iman tidak berhenti pada kata-kata dan doa, tetapi mendorong setiap orang untuk melakukan sesuatu yang baik bagi sesama dan bagi kehidupan bersama.

Melalui aksi ini, umat Paroki St. Eduardus Watunggong memperlihatkan bahwa Gereja bukan semata-mata bangunan fisik, melainkan persekutuan orang-orang beriman yang tetap teguh, saling menopang, dan terus berjalan bersama, bahkan ketika menghadapi kesulitan.

Dikerjakan Bergilir Sesuai Jadwal KBG

Aksi Bulan Rosario 2026 ini dilaksanakan selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Oktober 2026. Pelaksanaan pekerjaan disesuaikan dengan waktu dan jadwal kerja masing-masing Kelompok Basis Gerejawi (KBG), sehingga setiap kelompok mendapat kesempatan untuk mengambil bagian dalam kegiatan gotong royong tersebut.

Dengan pembagian waktu ini, umat dapat berpartisipasi secara teratur sesuai kesepakatan bersama di KBG masing-masing. Semangat kebersamaan dan tanggung jawab menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan pekerjaan telford halaman aula yang kini difungsikan sebagai gereja sementara.

Melalui keterlibatan setiap KBG, aksi ini menjadi tanda nyata bahwa pelayanan Gereja merupakan tanggung jawab bersama. Setiap tenaga yang disumbangkan, setiap batu yang diangkat, dan setiap pekerjaan yang diselesaikan menjadi persembahan kasih bagi Tuhan dan sesama.

Dari tanggal 13 hingga 17 Oktober 2026, halaman aula menjadi tempat umat merajut persaudaraan, menghidupi iman, dan menumbuhkan harapan bagi masa depan Paroki St. Eduardus Watunggong.

Mempersiapkan Halaman yang Lebih Layak

Pengerjaan telford ini merupakan tahap awal dalam penataan halaman aula. Setelah pekerjaan tersebut selesai, halaman akan dilanjutkan dengan pembuatan lantai agar lebih rata, kuat, dan nyaman digunakan.

Upaya ini sangat penting, terutama untuk menghadapi musim hujan. Dengan halaman yang lebih baik, umat diharapkan dapat mengikuti perayaan Ekaristi dan berbagai kegiatan pastoral dengan lebih nyaman tanpa harus berhadapan dengan halaman yang becek dan berlumpur.

Meskipun gedung gereja yang rusak belum dapat digunakan kembali, umat tidak tinggal diam. Mereka memilih untuk bergerak, bekerja, dan membangun apa yang dapat dikerjakan saat ini. Dari keterbatasan, tumbuh kreativitas. Dari kesulitan, lahir solidaritas. Dan dari kebersamaan, muncul harapan baru.

Seruan Kasih untuk Pembangunan Kembali Gereja

Di balik semangat gotong royong tersebut, tersimpan kerinduan besar umat untuk kembali memiliki gedung gereja yang aman dan layak sebagai pusat kehidupan iman mereka.

Karena itu, umat Paroki St. Eduardus Watunggong berharap uluran tangan dari para donatur, orang-orang baik, lembaga kemanusiaan, serta semua pihak yang tergerak untuk membantu pembangunan kembali gedung gereja yang rusak akibat gempa.

Setiap bentuk dukungan, baik berupa doa, perhatian, tenaga, maupun bantuan material dan dana, akan menjadi bagian penting dalam perjalanan pemulihan ini. Bantuan tersebut bukan sekadar membangun kembali sebuah gedung, tetapi juga membantu memulihkan ruang perjumpaan umat dengan Tuhan dan sesama.

Semoga semangat kasih dan solidaritas yang ditumbuhkan selama Bulan Rosario 2026 terus menyala dalam hati setiap umat. Semoga Bunda Maria senantiasa menyertai perjuangan umat Watunggong, menguatkan mereka dalam menghadapi kesulitan, serta membuka hati banyak orang untuk mengambil bagian dalam pembangunan kembali rumah Tuhan.

Sebab, ketika batu demi batu disusun dengan kerja sama dan kasih, umat tidak hanya membangun halaman aula, tetapi juga sedang merawat harapan, memperkokoh persaudaraan, dan mewujudkan Gereja yang berjalan bersama.

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT