
Melalui aksi ini, umat Paroki St. Eduardus Watunggong memperlihatkan bahwa Gereja bukan semata-mata bangunan fisik, melainkan persekutuan orang-orang beriman yang tetap teguh, saling menopang, dan terus berjalan bersama, bahkan ketika menghadapi kesulitan. Semangat ini sejalan dengan pesan Santo Yakobus: “Iman tanpa perbuatan adalah mati” (Yakobus 2:26). Iman tidak berhenti pada kata-kata dan doa, tetapi mendorong setiap orang untuk melakukan sesuatu yang baik bagi sesama dan bagi kehidupan bers
Sepanjang prosesi, Sakramen Mahakudus ditahtakan di dalam monstrans dan dinaungi sebuah kemah sederhana yang dirancang oleh anggota Orang Muda Katolik (OMK) paroki. Para anggota OMK bergotong-royong memikul kemah tersebut sepanjang jalur perarakan sebagai bentuk penghormatan dan penjagaan terhadap Sakramen Mahakudus yang dibawa oleh para imam.