MISA LAUNCHING TAHUN SINODE IV PAROKI ST. EDUARDUS WATUNGGONG

Perayaan Misa Launching Tahun Sinode IV Keuskupan Ruteng di tingkat Paroki Santo Eduardus Watunggong berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita pada Minggu, 1 Februari 2026. Misa pembukaan ini dirayakan di Gereja Paroki Santo Eduardus Watunggong sebagai wujud partisipasi paroki dalam menyambut dan menghidupi perjalanan Sinode IV Keuskupan Ruteng.

Dokumentasi Paroki St. Eduardus Watunggong

Perayaan Misa Launching Tahun Sinode IV Keuskupan Ruteng di tingkat Paroki Santo Eduardus Watunggong berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita pada Minggu, 1 Februari 2026. Misa pembukaan ini dirayakan di Gereja Paroki Santo Eduardus Watunggong sebagai wujud partisipasi paroki dalam menyambut dan menghidupi perjalanan Sinode IV Keuskupan Ruteng. Momentum ini menjadi tanda dimulainya secara resmi keterlibatan seluruh umat Paroki Watunggong dalam proses Sinode IV yang menekankan “Berziarah Bersama Dalam Pengharapan: Beriman,  Bersaudara dan Misioner”.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh RD. Agustinus Kiven selaku Vikaris Parokial Paroki Santo Eduardus Watunggong bersama RD. Martin Kendo sebagai Pastor Paroki. Misa launching ini dihadiri oleh umat dari pusat paroki serta perwakilan umat dari seluruh stasi yang berada dalam wilayah Paroki Santo Eduardus Watunggong. Kehadiran dan keterlibatan umat ini mencerminkan semangat persatuan bersama dalam menyukseskan Tahun Sinode IV Keuskupan Ruteng di tingkat paroki.

Suasana perayaan semakin semarak dan penuh makna berkat keterlibatan Kelompok Basis Gerejani (KBG) Santo Fransiskus Golo Tado sebagai penanggung jawab liturgi. Perayaan Ekaristi diiringi dengan tarian liturgis serta koor yang dibawakan dengan penuh penghayatan, sehingga membantu umat untuk semakin menghayati makna perayaan iman dan semangat sinodal.

Dalam homilinya, RD. Martin Kendo menegaskan kembali hakikat Sinode sebagai sebuah itikad dan komitmen untuk berjalan bersama sebagai Gereja. Ia mengingatkan umat bahwa Sinode bukan sekadar kegiatan atau program pastoral semata, melainkan sebuah proses mendengarkan, berdialog, dan membangun kebersamaan dalam terang Roh Kudus. Melalui Tahun Sinode IV ini, umat diajak untuk semakin membuka diri satu sama lain, saling mendukung, serta terlibat aktif dalam kehidupan menggereja demi mewujudkan Gereja yang beriman, bersaudara, dan bermisi.

Sebelum  perayaan Ekaristi berakhir dilaksanakan prosesi launching Tahun Sinode IV Keuskupan Ruteng di tingkat Paroki Santo Eduardus Watunggong. Launching ini menjadi momen simbolis yang menandai kesiapan dan komitmen seluruh umat paroki untuk terlibat secara aktif dalam perjalanan sinodal. Prosesi launching diwakili oleh berbagai unsur umat paroki, yakni RD. Martin Kendo, RD. Agustinus Kiven, Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP), Ketua Dewan Keuangan Paroki (DKP), perwakilan Orang Muda Katolik (OMK), perwakilan Sekami, perwakilan kelompok-kelompok rohani, serta Ketua Stasi Ntaram sebagai perwakilan dari stasi-stasi paroki.

Rangkaian launching diawali dengan pendarasan bersama Doa Tahun Sinode IV Keuskupan Ruteng 2026 sebagai ungkapan penyerahan seluruh proses sinodal ke dalam bimbingan Roh Kudus. Setelah itu, RD. Martin Kendo menyampaikan pengantar singkat yang menegaskan makna launching sebagai ajakan bagi seluruh umat untuk berjalan bersama sebagai peziarah pengharapan. Prosesi launching kemudian ditandai dengan pemukulan gong sebanyak empat kali oleh RD. Martin Kendo, Ketua DPP, Ketua DKP, dan perwakilan Sekami Paroki sebagai simbol keterlibatan seluruh unsur Gereja dalam Sinode IV.

Sebagai penutup rangkaian launching, seluruh umat yang hadir bersama-sama menyanyikan lagu Tahun Sinode IV Keuskupan Ruteng berjudul “Kami Peziarah Pengharapan”. Nyanyian ini menggema di seluruh gereja dan menjadi ungkapan iman, harapan, serta tekad umat Paroki Santo Eduardus Watunggong untuk melangkah bersama dalam semangat sinodal.

 

Melalui perayaan Misa Launching ini, Paroki Santo Eduardus Watunggong diharapkan mampu menghidupi nilai-nilai Sinode IV dalam kehidupan menggereja sehari-hari. Dengan semangat berjalan bersama, mendengarkan, dan berpartisipasi aktif, umat diajak untuk terus berkontribusi secara nyata dalam perjalanan Gereja Keuskupan Ruteng menuju pembaruan dan pertumbuhan iman yang semakin dewasa.

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT