
Penyelenggaraan Tuhan yang nyata dan ajaib sungguh dirasakan oleh umat Paroki Santo Eduardus Watunggong, Keuskupan Ruteng Nusa Tenggara Timur dengan kehadiran arca Maria bunda segala bangsa yang proses pengadaanya terbilang sangat cepat dan di luar prediksi kami yang harusnya disesuaikan dengan jadwal kapal dan ekspedisi dari Jakarta ke Flores.
Arca Maria bunda segala bangsa yang menjadi icon prosesi di Paroki St. Eduardus Watunggong
Sejak kehadiran pastor Paroki St Eduardus yang baru,
RD. Martinus Gunardi Kendo (RD Maken) dan Pastor Rekan RD. Agustinus Fransiskus
Naring Kiven (RD. Kiven), banyak ide dan upaya untuk bagaimana membuat paroki
ini menjadi lebih hidup baik dalam pembangunan iman (rohani) dan fisik.
Program-program kerja yang sudah dirancang dan
direncanakan diupayakan agar semaksimal mungkin bisa direalisasikan.
Salah satu yang menjadi pemikiran utama (prioritas)
adalah pelaksanaan prosesi arca (patung) Maria bunda segala bangsa untuk
seluruh wilayah paroki St Eduardus Watunggong.
Maka RD Maken, RD. Kiven (waktu itu masih diakon) dan
Sekretaris Paroki Agustinus Seran (AS Rabasa) mulai mencari cara untuk bagaimana mengadakan arca Maria bunda
segala bangsa. Kami berinisiatif menyampaikan ide sekaligus permohonan bantuan
pengadaan patung Maria kepada beberapa kenalan dan keluarga yang menurut kami
bisa membantu.
Puji Tuhan, beberapa di antaranya menyambut dengan
baik dan sangat antusias, salah satunya adalah dari keluarganya RD. Kiven di
Jakarta, Bapak Antonius Frederikus Djanggur (Fery).
Bertepatan dengan Festival Lembah Sanpio, kami diberi kabar bahwa keluarganya RD Kiven sudah siap untuk membantu mengadakan patung bunda Maria.
Berita itu tidak langsung kami teruskan kepada pastor Paroki karena kami masih menunggu
konfirmasi lanjutan tentang kepastian pengiriman.
Sekembalinya dari Kisol, informasi tersebut disampaikan
kepada RD Maken selaku pastor paroki karena kami sudah mengetahui tentang
tanggal pengiriman.
Sesuai perkiraan, estimasi tibanya patung Maria di
Watunggong sekitar bulan oktober (diperkiran dua minggu dalam perjalanan karena
disesuaikan dengan jadwal kapal).
Dalam penantian tersebut, kami bertekun dalam doa
dengan penuh harapan semoga Tuhan memudahkan segala proses pengiriman dan
mengindahkan niat hati kami.
Sungguh ajaib, Tuhan benar-benar berpihak,
mendengarkan permohonan hati kami. Pada akhir bulan September bertepatan dengan upacara ritual
irong ngerit, kabar gembira itu datang. Sopir ekspedisi menghubungi RD Kiven
dan menyampaikan bahwa mereka telah tiba di Ruteng, sudah melewati terminal
Mena.
Tiada kata, tiada ekspresi berlebihan. Hanya diam, terpaku mensyukuri dan memuji
kebesaran Tuhan. Tuhan sungguh
menyelenggarakan kehebatan, kemuliaanNya. Dia membuat semua menjadi lebih mudah
dan paling indah. Padahal kami sudah berniat untuk mengukur patung yang ada di
dalam gereja jika arca Maria bunda segala bangsa tibanya terlambat.
Pada tanggal 29 September 2025, Arca bunda Maria tiba di pastoran paroki St Eduardus Watunggong. Kami pun segera menghubungi Bapak Vigilius Brian Risanto (CEO Toko Gemilang) untuk mengkonfirmasi tentang hal-hal teknis lainnya termasuk pembuatan tandu.
Pada tanggal 30 September 2025, bersama dengan Bapak
Brian kami membongkar box (unboxing) paket berisi arca bunda Maria.
Pada saat itu, langsung dilakukan pengukuran untuk
ukuran tandu.
Pembuatan tandu hanya berlangsung sehari. Dalam waktu
singkat itu, kami berusaha agar prosesi Arca Maria Bunda Segala Bangsa tidak
mengalami hambatan apalagi penundaan, paling tidak mengikuti jadwal yang sudah
dikeluarkan oleh Seksi Liturgi Paroki, Bapak Yoseph F. Daul.
Kehadiran arca Maria bunda segala bangsa di Paroki St
Eduardus Watunggong sungguh merupakan sebuah berkat, sebuah rahmat yang
melebihi ekspektasi kami. Kami merasa sangat dikasihi dan diberkati oleh Tuhan
dengan segala kemudahan dalam proses pengadaannya.
Kerinduan umat untuk berprosesi bersama bunda Maria akhirnya terwujud. Santa Maria bunda segala bangsa sudah mengunjungi semua Komunitas Basis Gerejawi (KBG) di Pusat Paroki dan kink sedang berkunjung ke Stasi-stasi luar.
Semoga kehadiran arca santa Maria Bunda Segala Bangsa
semakin menumbuhkan iman umat, berkembang dalam cinta dan devosi kepada Santa
Maria bunda segala bangsa serta semakin belajar untuk meneladani cara hidup
bunda Maria.
Kerendahan hati, takut Allah serta berpasrah pada kehendak Tuhan yang menjadi kekuatan cinta bunda Maria hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi kita. Kita mesti mampu mengendus jejak-jejak bunda Maria mulai sejak menerima kabar gembira dari malaikan Tuhan hingga kesetiaannya menemani PutraNya Yesus sampai wafat.
Kami menyadari bahwa kehadiran arca Maria bunda segala bangsa adalah sungguh-sungguh karena kemurahan hati Tuhan, sebuah keajaiban yang nyata lewat tangan dan cara kerja donatur (pak Fery sekeluarga dan kelompoknya) yang sudah mau dan rela berbagi kebaikan dengan umat di paroki ini.
Tuhan berkati terus usaha, kerja dan segala hal baik akan menghampiri dalam hidupmu semua. Salve!***