
Watunggong memberinya ruang dan cinta yang tulus serta membentuknya menjadi seorang Imam yang siap melayani. Watunggong yang meski topografi serta jalannya buruk namun senyum dan penerimaan umat menjadi kekayaan yang memotivasi dalam perjalanan imamat.
Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Eduardus Watunggong menunjukkan kepedulian nyata terhadap sesama lewat aksi sosial. Mereka berhasil memfasilitasi pengadaan dan pemasangan meteran listrik bagi keluarga Bapak Yosef Ornei, warga Watunggong, Desa Satar Nawang, Kecamatan Congkar, Kabupaten Manggarai Timur.
Kegiatan retret ini akan berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 1 hingga 5 Juli 2026. Momen ini sangat penting sebagai wadah pembinaan rohani, waktu khusus untuk berhenti sejenak dari kesibukan, mendekatkan diri, serta menjalin keakraban yang lebih dalam dengan Tuhan.
Kerja bakti dimulai pukul 15.00 WITA dan berlanjut secara terus‑menerus hingga 18.30 WITA. Para peserta bahu‑membahu menyisir bersih seluruh sisi kiri dan kanan pinggir jalan utama. Dengan peralatan sederhana yang dibawa masing‑masing, mereka tekun memungut sampah‑sampah berserakan, membersihkan tumpukan dedaunan kering, serta menata lingkungan sekitar agar tampak rapi, bersih dan asri.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama yang telah disepakati dalam pertemuan rutin OMK pada hari Minggu, 31 Mei 2026 yang lalu. Dengan penuh kesadaran dan semangat kebersamaan, para anggota OMK bergerak untuk menata dan membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal mereka, agar tampak bersih, rapi, dan indah saat hari raya rohani tersebut tiba.
Dengan penuh kekhusyukan, umat berjalan bersama melewati 14 perhentian. Setiap perhentian menceritakan tahapan kisah sengsara Yesus, mulai dari dijatuhi hukuman mati, memikul salib, hingga wafat dan dimakamkan. Suasana terasa sangat hening, khidmat, dan penuh doa, seolah membawa seluruh hadirin kembali menyaksikan peristiwa penebusan dosa tertersebut.