
Melalui hidup dan kematian-Nya, Ia menampilkan kepada kita bahwa menjadi kristiani sudah dan akan selalu berarti melayani orang lain dengan cinta dan pengorbanan. Menjadi kristiani adalah menjadi pelayan bagi semua!
Yesus tidak ingin kita, para pengikut-Nya, terjebak dalam praktik hidup agama seperti ini. Dia ingin agar kita tetap menjadi pribadi-pribadi yang rendah hati; yang bisa memperhatikan dan melayani orang-orang yang kalah-tersingkir; serta menjadi penjaga bagi nilai-nilai kebenaran. Inilah ibadah yang sejati!
Kehidupan kaum muda saat ini tak terlepas dari media sosial, namun hal ini juga sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi kaum muda apakah mereka akan terus berada pada zona pewartaan diri ataukah juga turut mengeksplore dan mewartakan Injil lewat media sosial miliknya. Katekese kali ini mengajak kaum muda untuk lebih bijak menggunakan media sosila dan memotivasi agar mereka setia serta turut menjadi "Influencer Tuhan".
Paroki St. Eduardus Watunggong mencanangkan berbagai program dalam masa Prapaskah sebagai bentuk pembinaan iman umat. Program-program tersebut meliputi pelayanan ibadah-sakramental, aksi sosial demi kehidupan bersama, serta pembinaan spiritual melalui kegiatan rekoleksi. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut, pada Senin, 2 Maret 2026, dilaksanakan rekoleksi Prapaskah bagi para murid SDK Wea - Watunggong. Kegiatan ini berlangsung di Gereja Paroki St. Eduardus Watunggong dan dihadiri
Dalam injil hari ini, yang diambil dari Khotbah di atas Bukit, Yesus mengingatkan para pengikut-Nya untuk menjadi murah hati, penuh belas kasih, pengampun. Secara lebih khusus, Yesus memerintahkan pengikut-Nya untuk tidak menghakimi sesama.
Prapaskah adalah kesempatan bagi transformasi atau perubahan ke arah yang lebih baik. Ia menjadi momen dalamnya kita mengarahkan diri pada suatu hidup yang lebih bermakna dan bermartabat.
Tindakan mengasihi atau memperlakukan sesama dengan belas kasih menjadi ciri khas dari kita yang menyebut diri sebagai Kristen.
Yesus mengajarkan kemurkaan, terutama kemarahan yang bertahan lama, sebagai hal yang buruk. Yesus pun mengajak kita untuk mengendalikan diri ketika marah agar tidak melukai orang lain.