
Yesus sendiri menegaskan diri-Nya sebagai Sumber dari Air Hidup. Yesus juga mengatakan bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya akan mendapatkan hidup.
Kegiatan katekese ini dilaksanakan di seluruh paroki dalam lingkup Keuskupan Ruteng, termasuk di Paroki St. Eduardus Watunggong yang menunjukkan respon positif terhadap program pastoral tersebut.
Sang Bapa menampakkan kerahiman tanpa batas dan cinta yang tak bersyarat. Dari diri sang Bapa terpancar pengampunan kekal bagi semua anak-anaknya.
Fasilitator Kursus Persiapan Perkawinan Katolik sangat penting perannya dalam pembimbingan dan pendalaman makna tentang Perkawinan. Oleh karena itu, sanga penting bagi para Fasilitator untuk menguasai materi yang akan disampaikan kepada calon pasti Katolik. Atas dasar itu, Komisi Keluarga Keuskupan Ruteng menyelenggarakan kegiatan pelatihan bagi para Fasilitator untuk memberi wawasan serta cara bagaimana menjadi Fasilitator KPPK yang baik.
Sebab, hanya di dalam Tuhan, kita bisa berbuah baik.
Dalam perumpamaan itu, si kaya dihukum bukan karena ia memiliki kekayaan melainkan karena ia meminggirkan rasa kemanusiaannya dan menutup pintu hatinya bagi Si Lazarus yang sekarat.
Melalui hidup dan kematian-Nya, Ia menampilkan kepada kita bahwa menjadi kristiani sudah dan akan selalu berarti melayani orang lain dengan cinta dan pengorbanan. Menjadi kristiani adalah menjadi pelayan bagi semua!
Yesus tidak ingin kita, para pengikut-Nya, terjebak dalam praktik hidup agama seperti ini. Dia ingin agar kita tetap menjadi pribadi-pribadi yang rendah hati; yang bisa memperhatikan dan melayani orang-orang yang kalah-tersingkir; serta menjadi penjaga bagi nilai-nilai kebenaran. Inilah ibadah yang sejati!