Hati yang Merendah

Relasi kita dengan Dia tidak dibangun di atas dasar pencapaian atau perbandingan dengan yang lain tetapi di atas dasar pengakuan bahwa kita selalu membutuhkan Dia.

(Retrieved from https://fatherfladerblog.com/2022/07/28/the-pharisee-and-the-tax-collector/)

Hari Biasa Pekan Prapaskah III

Sabtu, 14 Maret 2026

Bacaan:

Hos. 6:1-6

Mzm. 51:3-4.18-19.20-21ab

Luk. 18:9-14

“Hati yang Merendah”

Sobat-sobat Gaung yang terkasih

Yesus menjelaskan Perumpamaan tentang Orang Farisi dan Pemungut Cukai. Keduanya sama-sama berdoa di dalam Bait Allah. Si orang Farisi berusaha membenarkan dirinya sedangkan si pemungut cukai berdiri paling jauh karena menyadari kehinaannya. Yesus menutup perumpamaan ini dengan menegaskan bahwa doa si pemungut cukai-lah yang dibenarkan dan diterima Tuhan.

Perumpamaan ini mengajarkan kita untuk senantiasa berlaku rendah hati, terutama saat kita menghadap Tuhan. Tuhan sama sekali tidak membutuhkan prestasi atau kesuksesan kita. Yang Dia butuhkan adalah kita menyadari kelemahan dan keterbatasan kita serta meminta belas kasih-Nya atas diri kita. Relasi kita dengan Dia tidak dibangun di atas dasar pencapaian atau perbandingan dengan yang lain tetapi di atas dasar pengakuan bahwa kita selalu membutuhkan Dia.

Si pemungut cukai berdoa, “ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.” Mari kita jadikan doa si pemungut cukai sebagai doa kita. Mari akui dan sesali dosa-dosa kita. Mari kita akui bahwa kita membutuhkan belas kasih-Nya. Dengan demikian, Tuhan akan berkenan pada kita.

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT