Melihat Lebih Dalam

Kita perlu ingat bahwa Tuhan tidak selalu bekerja melalui keajaiban-keajaiban yang spektakuler. Ia justru sering hadir dalam realitas harian yang sifatnya biasa. Tugas kita adalah melihat realitas itu dengan lebih dalam dan menemukan di dalamnya Dia yang "Pengasih dan Penyayang".

(Retrieved from https://co.pinterest.com/pin/260857003394880790/)

Hari Biasa Pekan Prapaskah IV

Rabu, 18 Maret 2026

Bacaan:

Yes. 49:8-15

Mzm. 145:8-9.13cd-14.17-18

Yoh. 5:17-30

“Melihat Lebih Dalam”

Sobat-sobat Gaung yang terkasih

Refrein Mazmur Tanggapan hari ini secara terang menyebut Tuhan sebagai “Pengasih dan Penyayang". Sebutan ini tentunya muncul dari refleksi panjang akan sejarah pengalaman umat manusia bersama Allah. Yesaya menegaskan ini dengan menyinggung tentang janji Tuhan untuk memulihkan kaum Israel. Janji ini secara mengagumkan kemudian menyata dalam Kristus Yesus, Tuhan yang menjelma manusia.

Ironisnya adalah banyak orang tidak menyadari dan tidak mengakui Yesus sebagai pemenuhan janji keselamatan tersebut. Lebih parahnya lagi, orang-orang yang menolak Yesus ini adalah orang dari kalangan Bangsa Israel sendiri, terutama para pemuka agamanya yang konon dekat dan akrab dengan Kitab Suci. Bukti akan hal ini terpampang jelas dalam kisah penyembuhan yang dilakukan Yesus pada hari Sabat. Alih-alih mencari tahu asal kuasa Yesus, para pemuka agama bangsa Yahudi lebih memperhatikan “ketidakpatuhan” Yesus terhadap aturan tambahan yang mereka buat. Akibatnya adalah mereka gagal mengenali jati diri Yesus yang sesungguhnya.

Pengalaman penolakan Bangsa Israel terhadap Yesus seharusnya menjadi pengingat bagi kita untuk melihat segala sesuatu dengan lebih dalam. Kita tidak boleh puas pada penampakan luar tetapi perlu terjun melampaui penampakan itu. Sebab, hal yang kelihatannya buruk bisa saja adalah hal yang baik dan sesuatu yang tampaknya baik bisa saja menudungi sesuatu yang jahat.

Lebih dari itu, kita juga harus bisa melihat dan mengenali kehadiran Tuhan dalam kenyataan hidup yang tampaknya biasa. Kita perlu ingat bahwa Tuhan tidak selalu bekerja melalui keajaiban-keajaiban yang spektakuler. Ia justru lebih sering hadir dalam realitas harian yang sifatnya biasa. Tugas kita adalah melihat realitas itu dengan lebih dalam dan menemukan menemukan di dalamnya Dia yang "Pengasih dan Penyayang".

 

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT