
Kunjungan ini pun meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh warga Nelo-Ntaram. Sebuah kisah indah tentang persaudaraan yang membuktikan bahwa kerukunan hidup beragama di Manggarai bukan sekadar wacana, melainkan sesuatu yang dihayati dan dijalankan dalam keseharian, demi terciptanya kedamaian dan kesejahteraan bersama.
Kolase Foto Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat mengunjungi Masjid Nurul Iman Nelo-Ntaram
Nilai persaudaraan dan kerukunan antar umat beragama kembali terjalin indah di wilayah Keuskupan Ruteng. Mgr. Siprianus Hormat, Uskup Ruteng, melakukan kunjungan silaturahmi istimewa ke Masjid Nurul Iman, di Nelo-Ntaram, yang terletak di Desa Golo Ngawan, Kecamatan Congkar, wilayah Paroki Santo Eduardus Watunggong, Kabupaten Manggarai Timur-NTT, pada momentum menjelang perayaan Idul Adha.
Kunjungan ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan bentuk nyata dari semangat hidup berdampingan, saling menghormati dan menguatkan persatuan yang telah lama tumbuh subur di tengah masyarakat Manggarai. Dalam kesempatan tersebut, Uskup Siprianus datang membawa kasih dan perhatian yang tulus bagi umat Islam yang beribadah di masjid tersebut, berupa sembako dan hewan kurban sebagai wujud kebersamaan dalam merayakan hari raya besar umat Islam.
Sebagai tanda kasih dan turut berbahagia atas datangnya Hari Raya Idul Adha, Uskup Ruteng menyerahkan bingkisan berupa 50 paket parsel sembako yang berisi kebutuhan pokok, serta satu ekor kambing. Bantuan ini diserahkan secara langsung kepada pengurus dan masyarakat setempat, dengan harapan dapat meringankan beban dan menambah sukacita bagi warga sekitar dalam merayakan hari raya yang penuh makna pengorbanan dan kepedulian itu.
Kedatangan Uskup Siprianus Hormat disambut hangat dan penuh sukacita oleh seluruh pengurus masjid serta warga masyarakat Nelo-Ntaram. Suasana haru dan kebahagiaan begitu terasa menyelimuti pertemuan tersebut. Umat Islam yang ada di Masjid Nurul Iman mengaku sangat terharu, merasa bangga, dan berbahagia atas perhatian dan kunjungan yang dilakukan oleh pemimpin umat Katolik di wilayah ini.
Menurut salah satu pengurus masjid, kehadiran Uskup Ruteng di tengah-tengah mereka adalah bukti nyata bahwa di tengah perbedaan keyakinan, ikatan persaudaraan tetaplah kokoh. “Kami merasa sangat tersanjung, terharu, dan sekaligus bangga. Perhatian yang diberikan Bapak Uskup ini bukan hanya berupa barang, tetapi sebuah pesan persaudaraan yang sangat berharga. Ini menguatkan kami bahwa kita semua adalah saudara, warga negara yang sama, yang saling mendukung dan menghormati satu sama lain,” ujarnya dengan nada haru.
Sementara itu, dalam pesan yang disampaikannya, Mgr. Siprianus Hormat menegaskan bahwa kunjungan ini didasari oleh semangat ajaran masing-masing agama yang sama-sama mengajarkan kasih, kedamaian, dan kepedulian terhadap sesama. Ia berharap, langkah kecil ini dapat menjadi contoh dan memperkuat semangat kerukunan yang sudah terbangun baik di wilayah Paroki Watunggong maupun di seluruh wilayah Keuskupan Ruteng.
“Perbedaan agama tidak boleh menjadi tembok pemisah, melainkan jembatan untuk saling berbuat kebaikan. Idul Adha adalah momen pengorbanan dan berbagi, dan kami ingin ikut merasakan sukacita itu bersama saudara-saudara kita sesama warga di sini,” ungkap Mgr. Siprianus Hormat.
Lanjut dikatakan, "Pilihan agama itu agar kemanusiaan, persaudaraan dan kekeluargaan semakin terikat dan menyat. Kami juga ingin mewujudkan motto sinode Keuskupan Ruteng "Berjalan bersama dalam pengharapan dengan tagar : beriman, bersaudara dan misioner ".
Sementara itu, Imam Masjid Nurul Iman, Bapak Yusuf Daik, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas langkah yang diambil oleh Mgr. Siprianus Hormat. Menurut beliau, momen ini memiliki makna yang sangat besar dalam mempererat hubungan antarwarga.
"Kunjungan Bapak Uskup ini merupakan momen penerapan persaudaraan sejati dan tanda kasih yang nyata. Hal ini mengajarkan kita semua bahwa pertemuan dan kebersamaan seperti ini bukanlah soal agama, melainkan soal kekeluargaan. Kita semua adalah saudara, warga satu lingkungan, yang hidup berdampingan, saling menghormati, dan saling mengasihi," ungkap Bapak Yusuf Daik dengan penuh haru.
Kunjungan ini pun meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh warga Nelo-Ntaram. Sebuah kisah indah tentang persaudaraan yang membuktikan bahwa kerukunan hidup beragama di Manggarai bukan sekadar wacana, melainkan sesuatu yang dihayati dan dijalankan dalam keseharian, demi terciptanya kedamaian dan kesejahteraan bersama.
Pada kunjungan tersebut, Uskup Ruteng didampingi Vikjen RP Sebastianus Hobahana, Direktur Puspas, RD. Marthin Chen, Ekonom Keuskupan, para imam, staf Puspas Keuskupan Ruteng, serta para penasihat paroki, pengurus inti DKP dan DPP Paroki StEduardus Watunggong. Turut hadir Kapolpos Congkar.
Pagar betis indah dilakukan oleh siswa-siswi SDK Ntaram yang sudah setia dengan wajah-wajah sukacita menyambut sang gembala.***