
Dalam keheningan dan hal-hal kecil yang sering dianggap sepele, Tuhan tidak pernah berhenti bekerja: Ia sedang menumbuhkan iman, mematangkan harapan, dan menjadikan hidup kita berkat bagi sesama melalui Kerajaan-Nya yang bertumbuh perlahan namun pasti.
Hari
Senin Biasa Pekan XVII
Bacaan:
Yeremia 13:1-11
Ulangan
32:18-19.20.21
Matius
13:31-35
Barangkali kita selalu
bertanya kepada Tuhan, “mengapa Dikau tak kunjung bekerja dalam hidupku?” sebab,
kita menunggu perubahan, tapi yang hadir tampaknya hari-hari yang sama. Kita berdoa,
namun jawaban tak kunjung datang. Hari ini, Yesus menjawabnya dengan menunjuk
pada biji sesawi. Biji itu memang kecil, rapuh, dan tak layak diperhitungkan. Namun,
Yesus memakainya sebagai sarana untuk mengungkapkan rahasia Kerajaan Allah. Sebab,
benih tidak pernah bertumbuh dalam suara gaduh. Dalam keheningan, akar-akarnya
menjalar mencari kehidupan. Dalam diam, ia bertumbuh menjadi pohon berteduh
yang nyaman.
Bukankah hidup kita seperti
itu? ada air mata yang tidak diketahui siapapun. Ada berupa-rupa doa yang
diutarakan hati. Ada perjuangan yang tidak pernah mendapat penghargaan. Namun,
Tuhan melihat semuanya. Tak ada kasih yang sia-sia. Tak ada pengampunan yang
terhempas. Tak ada kesetian yang hilang dari pandanganNya.
Jangan selalu merasa
kecewa jika hidup ini terasa seperti benih terkubur. Tuhan mungkin tidak sedang
“menguburmu”, tapi sedang menanammu. Jangan juga takut bila merasa kecil. Bagi Tuhan,
yang kecil tidak pernah berarti tidak berguna. Justru dari yang kecil, lahirlah
pohon yang menaungi banyak orang dan menjadi tempat sandaran serta tempat
berteduh yang nyaman bagi orang lain.
Sebab, Tuhan tidak pernah berhenti bekerja. Ia
sedang menumbuhkan dan menyuburkan kehidupan dibalik keheningan. Ia sedang
mematangkan harapan dibalik penantian. Dibalik hati yang percaya, Kerajaan
Allah selalu menghampirinya.