
Perjalanan Paroki Watunggong selama 17 tahun berada sepenuhnya di bawah penyelenggaraan Ilahi. Kematangan iman menuntut kita untuk selalu meletakkan Allah sebagai pusat dan tujuan tertinggi. Segala program pastoral, pembangunan fisik, maupun kegiatan paroki tidak boleh demi mencari kehormatan diri atau kelompok, melainkan semata-mata demi kemuliaan Tuhan yang maha esa.
Moment perayaan Ekaristi dan HUT ke-17 Paroki St Eduardus
Paroki St. Eduardus Watunggong merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 dengan sederhana, tetapi penuh sukacita dan rasa syukur. Perayaan istimewa ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan iman, mensyukuri penyertaan Tuhan, serta meneguhkan langkah bersama dalam membangun kehidupan menggereja yang semakin dewasa.
Puncak perayaan HUT ke-17 ini ditandai dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Paroki, RD. Martinus Gunardi Kendo, didampingi Diakon Apolinaris Hendra A.J. Kumpul pada hari Minggu (18/10). Ribuan umat hadir dan memenuhi tempat perayaan. Wajah-wajah bahagia, senyum yang merekah, serta suasana penuh keakraban menjadi gambaran nyata betapa umat mencintai paroki yang telah menjadi rumah bersama dalam perjalanan iman mereka.
Perayaan Ekaristi berlangsung khidmat dan meriah. Keluarga besar Puskesmas Watunggong mengambil bagian sebagai petugas liturgi, melayani dengan penuh pengabdian. Alunan lagu-lagu liturgi yang indah mengiringi setiap bagian perayaan, menciptakan suasana doa yang mendalam dan menghantar umat untuk semakin menghayati makna syukur atas perjalanan Paroki St. Eduardus Watunggong selama 17 tahun.
Dalam terang iman Katolik, ulang tahun paroki bukan sekadar perayaan bertambahnya usia sebuah lembaga Gereja. Lebih dari itu, perayaan ini merupakan kesempatan untuk mengenang karya Allah dalam sejarah umat-Nya. Di balik setiap perjalanan, ada doa yang dipanjatkan, pelayanan yang diberikan, pengorbanan yang dipersembahkan, serta harapan yang terus dipelihara oleh umat beriman.
Sweet Seventeen: Melangkah dari Remaja Menuju Kedewasaan
Usia 17 tahun sering disebut sebagai sweet seventeen, sebuah ungkapan yang menggambarkan masa peralihan seorang manusia dari usia remaja menuju kedewasaan. Demikian pula, perjalanan Paroki St. Eduardus Watunggong yang kini memasuki usia ke-17 dapat dimaknai sebagai sebuah peralihan menuju kedewasaan dalam iman, pelayanan, dan tanggung jawab.
Tujuh belas tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Ada begitu banyak cerita yang terukir, ada sukacita yang dirayakan, ada tantangan yang dihadapi, dan ada pergumulan yang dilalui bersama. Semuanya menjadi bagian dari sejarah yang membentuk paroki ini hingga mencapai usia sekarang.
Sebagaimana seorang remaja yang mulai belajar menjadi dewasa, Paroki St. Eduardus Watunggong pun dipanggil untuk terus bertumbuh. Kedewasaan itu tidak hanya diukur dari bertambahnya usia, ramainya perayaan, atau megahnya bangunan, tetapi terutama dari semakin kuatnya iman umat, semakin eratnya persaudaraan, semakin tulusnya pelayanan, dan semakin nyatanya kasih kepada sesama.
Sebab Gereja bukan pertama-tama tentang bangunan fisik, melainkan tentang umat Allah yang dipersatukan oleh Kristus. Gereja hidup ketika umatnya saling mengasihi, saling menguatkan, serta bersedia menjadi tanda kehadiran Tuhan di tengah keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitarnya.
Bersyukur atas Penyertaan Tuhan, Berjalan dalam Pengharapan
Sukacita yang terpancar dalam perayaan HUT ke-17 menjadi tanda bahwa paroki ini memiliki alasan untuk terus bersyukur. Ribuan umat yang hadir bukan sekadar menunjukkan besarnya jumlah anggota paroki, melainkan juga menjadi gambaran tentang kerinduan untuk berkumpul, berdoa, dan merayakan iman sebagai satu keluarga besar.
Dalam perjalanan menuju kedewasaan, tentu masih ada banyak hal yang perlu dibenahi dan diperjuangkan bersama. Namun, tantangan tidak seharusnya memadamkan harapan. Sebaliknya, setiap tantangan dapat menjadi kesempatan untuk memperdalam iman, memperkuat solidaritas, dan memperbarui komitmen pelayanan.
Semangat kebersamaan yang tampak dalam perayaan ini hendaknya tidak berhenti ketika Ekaristi usai. Sukacita perayaan perlu diteruskan dalam tindakan nyata: membangun persaudaraan, memperhatikan mereka yang berkekurangan, mendampingi anak-anak dan kaum muda, menguatkan keluarga, serta mengambil bagian aktif dalam kehidupan Gereja.
Sinodalitas Menuju Kematangan Iman yang Terarah pada Allah dan Kebaikan Sesama
Dalam kotbahnya yang diberi judul "Sinodalitas Menuju Kematangan Iman yang Terarah pada Allah dan Kebaikan Sesama", RD. Martin mengajak umat untuk senantiasa bersyukur atas penyertaan Tuhan.
Hari ini perayaan Ekaristi kita diliputi oleh keharuman rasa syukur yang amat luar biasa. Pada Hari Minggu Biasa XXIX ini, Gereja Kudus memperingati Hari Minggu Misi Sedunia. Namun bagi kita di Watunggong, kegembiraan ini terasa berlipat ganda karena kita juga merayakan momentum sejarah yang sangat istimewa: Ulang Tahun ke-17 Paroki St. Eduardus Watunggong.
Disampaikan bahwa di usia 17 tahun, paroki kita dipanggil untuk tidak lagi memiliki "iman kanak-kanak" yang mudah goyah, gampang mengeluh, atau sekadar menanti untuk dilayani. Sweet Seventeen menandai kematangan iman (spiritual maturity). Umat diajak untuk semakin mandiri, memiliki daya tahan dalam menghadapi ujian hidup, serta berani mengambil peran aktif dalam warta Injil.
Kata "Sweet" tidak hanya berarti manis, tetapi menggambarkan energi muda yang segar, penuh harapan, cita-cita, dan daya pikat. Pengaruhnya bagi iman kita adalah bahwa Paroki Watunggong harus menjadi rumah iman yang menyejukkan dan memikat. Iman yang matang bukanlah iman yang kaku, muram, atau eksklusif, melainkan iman yang memancarkan sukacita Injil, ramah, dan membawa kesegaran kasih Kristus di tengah masyarakat.
Perjalanan Paroki Watunggong selama 17 tahun berada sepenuhnya di bawah penyelenggaraan Ilahi. Kematangan iman menuntut kita untuk selalu meletakkan Allah sebagai pusat dan tujuan tertinggi. Segala program pastoral, pembangunan fisik, maupun kegiatan paroki tidak boleh demi mencari kehormatan diri atau kelompok, melainkan semata-mata demi kemuliaan Tuhan yang maha esa.
Lebih dari itu, kedewasaan usia 17 tahun ini mendorong Paroki St. Eduardus Watunggong untuk semakin luas merajut kolaborasi yang apik dan harmonis:
1. Dengan Lembaga Pendidikan: Bersama sekolah-sekolah mendidik dan membentuk karakter generasi muda agar cerdas secara intelektual dan matang secara rohani.
2. Dengan Lembaga Kesehatan: Bekerja sama merawat kehidupan, memperjuangkan kesehatan masyarakat, dan mendampingi mereka yang sakit dan lemah.
3. Dengan Pemerintah: Menjadi mitra yang baik dalam mendukung pembangunan sosial, menegakkan keadilan, dan memelihara ketertiban demi kesejahteraan umum.
4. Dengan Tokoh & Lembaga Adat: Berakar kuat pada kearifan lokal, melestarikan nilai-nilai budaya luhur (inkulturasi), dan memelihara rasa persaudaraan sejati di tanah Watunggong.
Dari Perayaan Menuju Pembaruan Hidup
HUT ke-17 Paroki St. Eduardus Watunggong akhirnya bukan hanya tentang mengenang masa lalu atau merayakan usia yang bertambah. Perayaan ini adalah undangan untuk menatap masa depan dengan iman yang teguh dan hati yang penuh harapan.
Jika usia 17 tahun bagi seorang manusia menjadi pintu menuju kedewasaan, maka bagi Paroki St. Eduardus Watunggong, sweet seventeen menjadi panggilan untuk semakin dewasa dalam iman, semakin matang dalam pelayanan, dan semakin kokoh dalam persaudaraan.
Dengan semangat Injil, seluruh umat diajak untuk terus berjalan bersama, bergandengan tangan, dan saling menopang dalam mewujudkan Gereja yang hidup, terbuka, dan penuh kasih.
Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Animasi Sekami
Perayaan ulang tahun paroki tidak hanya berhenti pada Perayaan Ekaristi tetapi diisi juga dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis oleh Puskesmas Watunggong yang disupport oleh Komisi Kesehatan Keuskupan Ruteng.
Umat antusias memeriksakan diri dan mendapatkan pelayanan terbaik serta diberikan obat sesuai kebutuhan. Hal tersebut menunjukkan semangat berjalan bersama dalam berpastoral antara Gereja dengan sesama.
Selain itu, kegiatan animasi kelompok Sekami didampingi para Suster dari Kongregasi Penyembah Sakramen Mahakudus (PSM) yang memberikan warna baru bagi pertumbuhan iman anak.
Mereka menampilkan dua animasi yang membuat umat semakin larut dalam sukacita dan ungkapan syukur.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Komisi Anak dan Komisi Caritas Keuskupan Ruteng.
Secara keseluruhan, perayaan ulang tahun Paroki St Eduardus Watunggong ke 17 berjalan lancar, sukses dan penuh sukacita.
Selamat Ulang Tahun ke-17, Paroki St. Eduardus Watunggong!
Semoga Santo Eduardus senantiasa menjadi teladan dalam perjalanan iman umat. Semoga Kristus tetap menjadi pusat kehidupan paroki, dan Roh Kudus terus menuntun setiap langkah pelayanan.
Tujuh belas tahun telah berlalu, tetapi perjalanan belum selesai. Dengan syukur atas masa lalu, sukacita pada hari ini, dan harapan akan masa depan, Paroki St. Eduardus Watunggong dipanggil untuk terus bertumbuh menjadi Gereja yang semakin dewasa dalam iman dan semakin nyata dalam kasih.
Ad multos annos, Paroki St. Eduardus Watunggong!***