
Paroki St. Eduardus Watunggong menggelar kegiatan pemulihan trauma pasca gempa dalam kerjasama dengan tim relawan Universitas Negeri Malang.
Para anggota tim relawan berfoto bersama dengan umat dan pastor Paroki Watunggong.
Sudah dua pekan berlalu semenjak gempa melanda bumi Flores. Meski intensitas gempa susulan kini perlahan mereda, bayang-bayang kecemasan dan rasa takut tentu masih membekas di benak umat yang menyaksikan langsung bagaimana guncangan tersebut meluluhlantakkan kehidupan mereka. Menyadari kebutuhan mendesak akan pemulihan batin umatnya, pada hari ini, Minggu, 30 Agustus 2026, Paroki St. Eduardus Watunggong bekerja sama dengan tim relawan dari Universitas Negeri Malang (UMN) menggelar serangkaian kegiatan penyembuhan trauma (trauma healing) pasca-bencana.
Pelayanan kasih ini dilaksanakan tepat sesudah Perayaan Ekaristi hari Minggu, mengubah pelataran depan gedung gereja menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi anak-anak maupun orang dewasa. Perhatian khusus diberikan kepada sekitar 100 anak yang hadir, sebagian besar tergabung dalam wadah bina iman SEKAMI dan SEKAR. Di bawah bimbingan para relawan, mereka diajak larut dalam berbagai metode terapi yang dikemas ceria melalui aneka permainan, bernyanyi, dan menggambar bersama. Wajah-wajah kecil itu tampak berbinar gembira, sejenak melepaskan diri dari ingatan kelam tentang gempa.
Di sudut lain, tim relawan juga merangkul umat dewasa melalui sesi pembekalan khusus. Mereka tidak hanya diajak untuk memulihkan diri dari trauma, tetapi juga dibekali dengan wawasan penanggulangan dan mitigasi pasca-bencana, sehingga umat menjadi lebih tangguh jika sewaktu-waktu bencana serupa kembali terjadi.
Langkah pastoral ini merupakan wujud kepekaan Paroki St. Eduardus Watunggong dalam menyambut baik niat tulus tim relawan UM yang datang ke Flores. Pastor Paroki, Romo Martin Kendo, menyatakan, "Gereja harus hadir dan bergerak cepat, khususnya untuk memastikan agar mental dan masa depan anak-anak tidak menjadi korban dari bencana alam ini. Kita berusaha untuk menangkap peluang melakukan kegiatan trauma healing dengan kehadiran tim relawan ini ke daerah kita, dan Paroki sangat berterima kasih atas kehadiran mereka."
Rangkaian kegiatan pemulihan ini akhirnya ditutup pada tengah hari, meninggalkan secercah kelegaan di hati umat. Perlahan namun pasti, harapan umat Paroki Watunggong untuk kembali bangkit menata kehidupan mulai mekar.