
Para peserta dibekali dengan materi-materi yang mendalam, bernas, dan sangat relevan dengan tantangan pelayanan masa kini. Pengetahuan ini menjadi bekal utama bagi para pemimpin umat untuk mengimplementasikan program Paroki Sayang Anak (PSA), serta memahami langkah-langkah nyata dalam mencegah, meminimalisir dan menangani kasus-kasus kekerasan maupun pelecehan seksual yang sayangnya masih terjadi di tengah masyarakat.
Kolase foto kegiatan Sosialisasi Safeguarding dan FGD di rumah Keuskupan Ruteng, Leda
RUTENG – Menjelang pelaksanaan Sidang Sesi IV Sinode Keuskupan Ruteng, berbagai persiapan matang terus digalakkan guna memastikan arah pelayanan ke depan semakin kokoh dan berpusat pada kasih serta perlindungan sesama, terutama mereka yang lemah dan rentan. Salah satu langkah nyata yang sedang berlangsung adalah kegiatan penguatan dan sosialisasi tentang Safeguarding serta metode Diskusi Kelompok Terpimpin/Focus GroupDiscussion (FGD).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Pusat Pastoral (Puspas) Keuskupan Ruteng bekerja sama dengan Panitia Pelaksana yang dilaksanakan dalam dua gelombang di Rumah Keuskupan Ruteng, Leda.
Gelombang pertama telah berlangsung dengan penuh semangat pada tanggal 15 Juli 2026, sedangkan gelombang kedua akan diselenggarakan pada 20 Juli 2026 mendatang.
Diikuti oleh perwakilan dari seluruh jajaran paroki, kegiatan ini mengundang para Pastor Paroki didampingi oleh utusan Dewan Pastoral Paroki (DPP) dan Dewan Keuangan Paroki (DKP).
Gelombang pertama saja telah dihadiri oleh perwakilan dari 39 paroki, yang menunjukkan tingginya kepedulian dan komitmen umat di tingkat paroki untuk mewujudkan lingkungan pelayanan yang aman dan melindungi.
Bekal Ilmu untuk Pelayanan yang Lebih Baik
Para peserta dibekali dengan materi-materi yang mendalam, bernas, dan sangat relevan dengan tantangan pelayanan masa kini. Pengetahuan ini menjadi bekal utama bagi para pemimpin umat untuk mengimplementasikan program Paroki Sayang Anak (PSA), serta memahami langkah-langkah nyata dalam mencegah, meminimalisir dan menangani kasus-kasus kekerasan maupun pelecehan seksual yang sayangnya masih terjadi di tengah masyarakat.
Berbagai materi penting disampaikan oleh para narasumber yang berkompeten, antara lain:
✅ Sosialisasi Protokol Safeguarding Klerus – disampaikan oleh Rd. Ardus Jehaut
✅ Sosialisasi Safeguarding Keuskupan untuk DPP dan DKP – disampaikan oleh Rd. Thomas Julivadistanto
✅ Pedagogi Keuskupan Sayang Anak – disampaikan oleh Ibu Narwastu Anggie Ratsih
✅ Hukum Acara Tindak Kekerasan Terhadap Anak – disampaikan oleh Bapak Erlan Yusran, S.H.
Pada Sesi terakhir, peserta dibagi ke dalam enam kelompok diskusi yang membahas tentang beragam kegiatan konkret pelayanan pastoral di Paroki-paroki.
Hasil diskusi kemudian dipresentasekan dalam pleno dan akan dirangkum oleh tim Puspas dan panitia Sinode untuk dibawa pada Sidang sesi IV Sinode.
Langkah Nyata Menuju Sidang Sesi IV Sinode
Dalam sambutannya, Vikaris Jenderal Keuskupan Ruteng, RP. Sebastianus Hobahana, SVD, menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada para Pastor Paroki beserta para utusan paroki yang telah hadir dan berpartisipasi aktif.
Kehadiran dan perhatian ini menjadi bukti kesatuan hati untuk membangun pelayanan yang sejati, sesuai ajaran Yesus Kristus yang selalu mengasihi dan melindungi anak-anak.
Hasil pembahasan, masukan dan kesepakatan yang diperoleh dari kegiatan penguatan ini akan menjadi pijakan dan arah dasar utama yang akan dibahas lebih lanjut secara mendalam pada Sidang Sesi IV Sinode Keuskupan Ruteng, yang akan berlangsung pada tanggal 4 hingga 7 Agustus 2026 mendatang.
Melalui persiapan ini, Keuskupan Ruteng bertekad mewujudkan umat atau Gereja lokal yang bukan hanya beriman, melainkan juga menjadi tempat perlindungan, keamanan dan kasih bagi setiap orang, terutama bagi anak-anak dan mereka yang membutuhkan perlindungan.***