
Para peserta dibekali dengan materi-materi yang mendalam, bernas, dan sangat relevan dengan tantangan pelayanan masa kini. Pengetahuan ini menjadi bekal utama bagi para pemimpin umat untuk mengimplementasikan program Paroki Sayang Anak (PSA), serta memahami langkah-langkah nyata dalam mencegah, meminimalisir dan menangani kasus-kasus kekerasan maupun pelecehan seksual yang sayangnya masih terjadi di tengah masyarakat.
Fasilitator Kursus Persiapan Perkawinan Katolik sangat penting perannya dalam pembimbingan dan pendalaman makna tentang Perkawinan. Oleh karena itu, sanga penting bagi para Fasilitator untuk menguasai materi yang akan disampaikan kepada calon pasti Katolik. Atas dasar itu, Komisi Keluarga Keuskupan Ruteng menyelenggarakan kegiatan pelatihan bagi para Fasilitator untuk memberi wawasan serta cara bagaimana menjadi Fasilitator KPPK yang baik.
Pusat Pastoral Keuskupan Keuskupan Ruteng mengadakan sosialisasi Sinode IV dan Aksi Puasa Pembangunan (APP) serta katekese bahan atau materi KPPK dan Komuni Pertama untuk paroki-paroki pedalaman yang bertempat di aula Paroki St Petrus Colol dengan peserta para Pastor Paroki, Pastor Rekan dan para utusan masing-masing paroki.
Umat Keuskupan Ruteng sudah melewati 10 tahun dalam masa sinode IV dan kini mempersiapkan diri untuk berziarah dan berproses dalam pastoral pada sinode IV yang akan disidangkan sepanjang tahun 2026 untuk kemudian diejawantahkan pada sepuluh tahun ke depan yang saat ini didahului dengan katekese dan sosialisasi kepada umat tentang semangat sinodalitas seperti yang telah dilakukan di Paroki St Eduardus Watunggong.
Gereja yang sinodal memiliki ciri, yakni Gereja yang mendengarkan, Gereja yang pastisipatif, Gereja yang misioner, Gereja yang membedakan roh (discerning church) dan Gereja yang melampaui klerikalisme. Sosialisasi ini sebagai bahan awal untuk disampaikan kepada umat dalam bentuk katekese serta diskusi bersama dalam kehidupan umat di KBG, Stasi dan Paroki.
Patung bunda Maria yang ada di halaman Puspas Ruteng tetap berdiri kokoh di tengah reruntuhan gua yang terjadi akibat badai hujan yang turun deras beberapa hari terakhir. Hal tersebut merupakan sebuah peristiwa iman yang kiranya semakin meneguhkan serta membakar semangat untuk semakin beriman kepada Tuhan dan terus mencintai bunda Maria yang telah diserahkan oleh Yesus menjadi bunda kita, bunda Gereja dan bunda segala bangsa.