
Keterlibatan para orang tua dalam pembinaan ini memiliki makna yang dalam. Di samping memenuhi ketentuan dan persyaratan yang berlaku di Paroki St. Eduardus Watunggong, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai iman dalam perbuatan nyata: mengasihi Tuhan dan sesama lewat karya bersama.
Foto kegiatan kerja bakti orang para calon peserta penerima Komuni Pertama di Pusat Paroki St Eduardus Watunggong
WATUNGGOONG, 08 Agustus 2026 — Penerimaan Komuni Pertama merupakan salah satu momen sakral dan penuh sukacita dalam perjalanan iman seorang umat Katolik. Melalui Sakramen Ekaristi, umat yang telah mencapai usia sekurang-kurangnya 10 tahun mulai diperkenankan menerima Tubuh Kristus, tanda persatuan yang tak ternilai dalam kasih karunia Tuhan.
Perjalanan menuju penerimaan Sakramen Ekaristi tidaklah sendirian. Sebelum menerima sakramen yang suci ini, para calon dibekali dengan berbagai pembinaan menyeluruh — tidak hanya pengajaran rohani dan pengenalan mendalam tentang hakikat Ekaristi tetapi juga pembinaan yang melibatkan partisipasi nyata dalam karya kasih. Dan yang teristimewa, kebersamaan ini turut melibatkan para orang tua sebagai pendamping utama sekaligus teladan iman bagi anak-anak mereka.
Di Paroki St. Eduardus Watunggong, setiap tahapan pembinaan dilakukan dengan penuh keteladan dan ketulusan hati, termasuk pembinaan dalam bentuk kerja fisik yang penuh makna.
Sabtu, 08 Agustus 2026, menjadi jadwal istimewa bagi para orang tua calon penerima Komuni Pertama. Pada hari itu, mereka berkumpul untuk melaksanakan pembinaan berupa kerja nyata di lingkungan paroki — memecahkan batu dan mengumpulkannya di lokasi pembangunan aula paroki.
Dari pukul 08.00 hingga 10.30 WITA, selama dua setengah jam, suasana dipenuhi semangat dan sukacita yang tulus. Para orang tua tampak bergotong royong, saling menguatkan dan bekerja dengan hati yang gembira.
Kegiatan ini bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan bentuk sumbangsih dan partisipasi nyata mereka dalam membangun rumah bersama — Aula Paroki yang kelak akan menjadi tempat berkumpul, beribadah dan memuliakan Tuhan bersama-sama.
Keterlibatan para orang tua dalam pembinaan ini memiliki makna yang dalam. Di samping memenuhi ketentuan dan persyaratan yang berlaku di Paroki St. Eduardus Watunggong, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai iman dalam perbuatan nyata: mengasihi Tuhan dan sesama lewat karya bersama. Dengan turut membangun tempat umat berkumpul, para orang tua memberikan teladan bahwa iman yang hidup senantiasa terwujud dalam pelayanan, kerja sama, dan kesediaan berbagi tenaga untuk kebaikan bersama.
Semoga sumbangsih yang diberikan hari ini menjadi berkat, dan semoga teladan kasih serta kebersamaan yang terjalin turut membimbing anak-anak mereka kelak menerima Sakramen Ekaristi dengan hati yang murni, penuh kasih, dan selalu bersatu dalam satu tubuh yang sama, yaitu Tubuh Kristus.***