
Safeguarding atau perlindungan anak, lanjut Romo Beben, adalah tanggung jawab bersama — terutama orang tua — agar anak dapat tumbuh tanpa rasa takut, terancam, atau diperlakukan salah. Pengasuhan yang disertai kasih yang tulus akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan iman dan kepribadian anak, terlebih saat anak-anak ini akan segera menerima Sakramen Ekaristi, tanda kasih Tuhan yang tak terhingga.
Foto kegiatan pembinaan iman orang tua tentang hak dasar anak dan pengasuhan dengan cinta & safeguarding
WATUNGGOONG, 11 Agustus 2026 — Paroki St. Eduardus Watunggong menyelenggarakan pembinaan khusus bagi orang tua calon penerima Komuni Pertama pada hari Rabu, 11 Agustus 2026, berlangsung pukul 08.30 hingga pukul 11.30 WITA. Kegiatan ini menjadi momen bersejarah karena merupakan model pembinaan yang pertama kali diadakan di paroki ini, dengan menghadirkan fasilitator dari Tim Pusat Pastoral (Puspas) Keuskupan Ruteng.
Pembinaan dihadiri oleh para orang tua dari tiga stasi, yaitu Stasi St. Petrus Cumbi, Stasi St. Yohanes Wea, dan Pusat Paroki. Dengan penuh perhatian dan semangat kekeluargaan yang hangat, para peserta mengikuti rangkaian materi yang disampaikan secara bergantian, diselingi dengan ice breaking yang menarik sehingga suasana terasa cair, akrab, dan penuh sukacita.
Hak Dasar Anak: Setiap Anak Berhak Tumbuh dan Berkembang
Materi pertama disampaikan oleh Kakak Reta, yang memaparkan dengan jelas dan menyentuh hati mengenai hak-hak dasar anak. Dalam pemaparannya, Kakak Reta mengingatkan para orang tua bahwa setiap anak adalah anugerah Tuhan yang memiliki hak untuk hidup, tumbuh berkembang, mengekspresikan kemampuan, serta mendapatkan perlindungan dan kasih sayang.
Setiap anak berhak mengetahui siapa dirinya, berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih, serta berhak mengembangkan bakat dan kemampuan yang Tuhan titipkan kepadanya. Orang tua adalah pendidik pertama dan utama yang bertanggung jawab menjaga dan menumbuhkan hak-hak tersebut.
Para orang tua diajak untuk memahami sepenuhnya hak sekaligus kewajiban anak, agar dapat mendampingi anak tidak hanya secara lahiriah, melainkan juga membentuk pribadi anak yang sehat, percaya diri, dan berani menjadi diri sendiri.
Pengasuhan dengan Cinta dan Safeguarding: Melindungi Anak Secara Menyeluruh
Pada sesi kedua, Romo Beben Gaguk menyampaikan materi tentang pengasuhan dengan cinta dan safeguarding. Romo Beben mengingatkan bahwa pengasuhan bukan sekadar memberi makan dan mendidik, melainkan melindungi anak dari segala bentuk bahaya serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih.
Safeguarding atau perlindungan anak, lanjut Romo Beben, adalah tanggung jawab bersama — terutama orang tua — agar anak dapat tumbuh tanpa rasa takut, terancam, atau diperlakukan salah. Pengasuhan yang disertai kasih yang tulus akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan iman dan kepribadian anak, terlebih saat anak-anak ini akan segera menerima Sakramen Ekaristi, tanda kasih Tuhan yang tak terhingga.
Pengingat dan Bekal bagi Orang Tua
Kedua materi ini disampaikan bukan sekadar sebagai pengetahuan, melainkan sebagai pengingat sekaligus pemahaman mendalam bagi para orang tua tentang: bagaimana anak harus hidup dan mengekspresikan kemampuannya, serta apa yang menjadi hak sekaligus kewajibannya sebagai anak Allah dan anak dalam keluarga.
Dengan pemahaman ini, diharapkan para orang tua semakin siap mendampingi anak-anak mereka yang akan menerima Komuni Pertama — tidak hanya mempersiapkan anak secara rohani, tetapi juga membentuk keluarga yang menjadi "Gereja Rumah", tempat anak tumbuh dalam kasih, aman, dan dilindungi dengan baik.***