
Malam Natal di paroki St Eduardus Watunggong dirayakan di 6 titik pada tahun ini. Di Pusat Paroki, perayaan dipimpin oleh RD. Kristo Ramlino yang membuat suasana perayaan menjadi menarik dengan kotbah yang bernas dan menggugah, mengajak umat untuk senantiasa pergi ke "Betlehem " hati masing-masing untuk berjumpa dengan Sang Imanuel.
Kolase perayaan Ekaristi Malam Natal di Pusat Paroki St. Eduardus Watunggong
Natal merupakannsebuah peristiwa iman merayakan Kelahiran Tuhan Yesus Kristus 2000 tahun silam.
Kelahiran Yesus dimaknai sebagai sebuah perjumpaan Allah dengan ciptaanNya karena cinta yang tak bertepatan.
Allah senantiasa mencintai kita sejak sejak penciptaan. Dia menyediakan segala sesuatu untuk kita agar tidak mengalami penderitaan atau kemelaratan.
Hal itu kemudian disempurnakan dengan kedatanganNya. Ia lahir untuk mengalami dan bersolider dengan ciptaanNya bahkan pada akhirnya Dia harus menderita dan wafat untuk menyelamatkan ciptaan dari kematian.
Hari ini, kita diajak untuk bersama-sama pergi ke Betlehem. Kita diajak untuk senantiasa berjumpa dengan Yesus yang lebih dulu mencintai kita.
Pada malam Natal di pusat Paroki St Eduardus Watunggong, RD. Kristo Ramlino yang memimpin perayaan, mengaja umat untuk senantiasa datang ke Betlehem. Betlehem hati masing-masing orang. Perjumpaan dengan Tuhan menjadi hal mutlak untuk mencapai kebahagiaan sejati.
Dalam kotbahnya, Kepala Sekolah Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo tersebut memberikan pengertian tentang makna peristiwa Natal yang membuka wawasan agar umat senantiasa membawa diri lebih dekat kepada Tuhan.
Perayaan Natal di Watunggong berlangsung aman dan damai. Koor dari Wilayah tiga pusat Paroki menyemaraki perayaan malam Natal dengan suara indah dan lagu-lagu yang tematis.
Umat hadir memenuhi seluruh bangku di dalam Gereja bahkan kemahbyang disiapkan dengan 500 lebih kursi tidak dapat menampung umat yang hadir.
Mereka mengikuti perayaan Ekaristi dengan tenang baik hingga selesai.***