Menyalakan Semangat Sinodalitas dalam Persekutuan, Rekoleksi Komunitas Rohani Paroki Watunggong

Rekoleksi ini menjadi moment penting untuk melihat kembali apa saja yang telah dilalui bersama. Menata kembali retak-retak hidup yang sempat tergores kerikil egoisme untuk memintalnya kembali menjadi etalase yang utuh dalam iman dan persekutuan. Komunitas rohani hendaknya menjadi pioner dalam semangat sinodalitas.

Kolase foto kegiatan rekoleksi komunitas rohani Paroki St Eduardus Watunggong

Rekoleksi Katolik adalah pembinaan iman singkat untuk menyegarkan rohani, mengevaluasi diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan di tengah kesibukan. Kegiatan ini meliputi doa, perenungan Kitab Suci, berbagi pengalaman, dan diskusi tema sehari-hari seperti keluarga, persahabatan, atau karakter, sering kali diakhiri dengan Sakramen Ekaristi/Tobat.
Tujuan rekoleksi adalah untuk memperdalam iman, memperbaiki diri (pertobatan), dan membangun relasi yang lebih baik dengan Tuhan dan sesama.
Hari Jumat, 13 Maret 2026 bertempat di dalam gereja Paroki St Eduardus Watunggong,  desa Satar Nawang, Congkar, Keuskupan Rutenh, NTT, dilaksanakan kegiatan rekoleksi khusus untuk komunitas rohani yang ada di paroki Watunggong. 
Ada tiga komunitas rohani yang hadir pada kesempatan tersebut yakni komunitas doa Legio Maria,  Kerahiman Ilahi dan Persekutuan Doa Karismatik Katolik (PDKK) Talitakum.
Rekoleksi yang dibalut dalam "Sinodalitas Dasar Persekutuan" difasilitasi oleh Pastor Paroki Watunggong RD. Martinus Gunardi Kendo (RD. Martin).
RD. Martin membawa peserta masuk dalam permenungan akan pentingnya berjalan bersama dalam persekutuan umat beriman. 
Semangat sinodalitas hendaknya terus dibakar dan digelorakan di dalam setiap komunitas sebagai api cinta dalam proses perjalanan, pertumbuhan dan perkembangan iman.
Gereja adalah komunitas yang senantiasa bersinodal. Berjalan bersama dalam pengharapan akan kasih Allah, berziarah bersama dalam pengharapan.
Peserta yang hadir tampak sukacita mengikuti kegiatan rekoleksi yang diselingi dengan ice breking membuat suasana cair penuh kekeluargaan.
RD. Martin mengajak peserta untuk sejenak merenung, melihat kembali perjalanan hidup bersama selama ini. Sudah sejauh mana semangat sinodalitas dihidupi dalam persekutuan rohani masing-masing.  Seberapa sering perjumpaan cinta itu digelorakan? 
Rekoleksi ini menjadi moment penting untuk melihat kembali apa saja yang telah dilalui bersama.  Menata kembali retak-retak hidup yang sempat tergores kerikil egoisme untuk memintalnya kembali menjadi etalase yang utuh dalam iman dan persekutuan. 
Kiranya rekoleksi ini menjadi kesempatan berharga untuk senantiasa menyalakan api sinodalitas dalam kehidupan komunitas rohani di Paroki ini yang kemudian terus berkobar dalam kehidupan iman umat se-paroki St Eduardus Watunggong.***

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT