Kerja Kolaboratif, Ketika Keluarga Besar SMPN 1 Sambi Rampas Kerja Bakti di Lokasi Pembangunan Aula Paroki

Keluarga besar SMPN I Sambi Rampas Watunggong melakukan aksi bakti bersama di lokasi pembangunan aula Paroki St Eduardus Watunggong untuk mendukung kerja tukang dan sebagai bentuk mengisi masa adven 2025. Mereka bekerja dalam nuansa kebersamaan yang indah penuh canda tawa sehingga tidak ada rasa beban.

Kolase foto kegiatan bakti keluarga besar SMPN I Sambi Rampas Watunggong di lokasi pembangunan aula Paroki St Eduardus Watunggong

Pemandangan indah dan sangat menyentuh tampak di hari Jumat pagi, 05 Desember 2025 di lokasi pembangunan aula Paroki St Eduardus Watunggong. 

Keluarga besar SMPN I Sambi Rampas memenuhi lokasi pembangunan aula dengan berbagai peralatan kerja. Mereka dikomandoi langsung oleh Kepala Sekolah, Teobaldus Pratoyo.

Ratusan siswa bersama Bapak, ibu guru datang ke lokasi tersebut untuk bergotong royong, kerja bakti, berpartisipasi dalam pembangunan aula paroki.

Mereka memungut batu di sekitaran halaman lokasi pembangunan, lokasi gereja hingga lapangan bola sepak untuk membawanya ke dalam bagian pengecoran lantai.


Tampak mereka sangat menikmati aktifitas tersebut, tanpa keluhan, tanpa banyak kata. Mereka bekerja dalam kebersamaan yang amat indah. 

Tidak hanya siswa-siswi dan guru-guru beragama Katolik tetapi yang beragama Islam pun turut mengambil bagian pada kegiatan itu. Sungguh pemandangan yang keren. Toleransi yang tak terabaikan. Inilah kita, identitas orang Nusa Tenggara Timur (NTT). Agama bukan sebagai pembatas sosialisasi antar manusia tetapi sebagai pintu dan ruang untuk saling mengisi, saling melengkapi dan menyempurnakan satu sama lain. 

Dari pengamatan tim redaksi website paroki St Eduardus Watunggong,  Kepala Sekolah sendiri yang membawa alat untuk memecahkan batu-batu yang terbilang besar. Linggis di tangan tak dilepaskan.  Ini sungguh hal yang amat baik dan patut dicontohi.

Kegiatan ini juga sebagai bentuk mengisi hari Jumat pertama sekaligus aksi adven 2025. 

Pastor Paroki, RD. Martinus Gunardi Kendo (RD. Maken) yang turut hadir pada kegiatan itu mengungkapkan kekaguman dan mengapresiasi aksi solidaritas dan kerja bakti itu. 


Kegiatan itu merupakan sebuah bentu kepedulian yang timbul dari rasa memiliki. Paroki adalah gambaran dari umat itu sendiri sehingga ketika umat mau bekerja, memberi sedikit waktu untuk membantu proses pembangunan aula manandakan bahwa mereka marasa memiliki paroki.

Kelak akan dikenang karena telah mengambil bagian pada paroses pembangunan aula. Akan menjadi cerita tersendiri di kemudian hari. Artinya, ada rasa bangga karena sudah mengambil bagian di dalamnya.

Kegiatan tersebut juga sebagai bentuk kerjasama, kerja kolaboratif antar lembaga untuk sebuah tujuan mulia, kebaikan bersama (bonum comune).

Mari terus bergandengan tangan, bahu-membahu untuk membawa paroki kita lebih baik dan berjaya ke depan. 

God bless!!!

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT