
Keluarga besar SMAN I Sambi Rampas mengikuti kegiatan rekoleksi dan pengakuan dosa di gereja Paroki St Eduardus Watunggong sebagai salah satu persiapan diri dan batin untuk menyambut kedatangannSang Imanuel. Rekoleksi diberikan oleh Pastor Paroki, RD. Martinus Gunardi Kendo.
Kolase kegiatan rekoleksi keluarga besar SMAN I Sambi Rampas, Watunggong
Pada masa adventus, umat Katolik sejagat masuk pada satu masa yang di dalamnya terdapat beberapa hal yang harus dibuat terutama tentang perilaku atau sikap.
Pada masa ini, kita diharapkan agar bisa menjaga tindakan, mempersiapkan hati dengan baik, melakukan aksi-aksi bajik serta meningkatkan aksi solidaritas dengan sesama.
Kita diajak melakukan hal-hal baik sebagai persiapan menanti kedatangan Sang Imanuel, Allah yang akan datang dan bersolider, dekat dengan kita, tinggal di antara kita.
Umat Katolik dianjurkan agar tidak merayakan pesta-pesta profan pada masa adventus agar tidak mengganggu suasana persiapan diri, batin dan hati untuk menyambut Tuhan.
Selain itu, kegiatan-kegiatan rohani seperti rekoleksi pun menjadi salah satu hal yang wajib dibuat. Rekoleksi mengajak kita masuk ke dalam sebuah fase yang membawa kita kembali untuk mengumpulkan (mengingat kembali) hal-hal apa saja yang telah dibuat dan dilewati selama ini.
Di Paroki St Eduardus Watunggong, telah dibuatkan jadwal rekoleksi bergilir bagi beberapa lembaga pendidikan yang ada di sekitar pusat Paroki, dengan jadwal pertama adalah Rekoleksi bagi keluarga besar SMAN 1 Sambi Rampas, Manggarai Timur.
Rekoleksi tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, 16 Desember 2025 dengan pemateri RD. Martinus Gunardi Kendo (RD. Maken), Pastor Paroki St. Eduardus Watunggong.
Pada rekoleksi itu, RD. Maken mengajak peserta untuk lebih peka dan perduli untuk mencintai Ekaristi.
Ekaristi yang merupakan puncak seluruh aktifitas Gereja menjadi tujuan dan pusat kehidupan umat Kristiani, khususnya Katolik.
Tanpa Ekaristi, kehidupan kita akan terasa hampa. Hanya dengan dan melalui Ekaristi kita dapat menyatu dengan Kristus, kita memperoleh kekuatan jasmani dan rohani.
Tuhan Yesus yang akan kita rayakan hari kelahirannya dibuat dalam Perayaan Ekaristi yang melambangkan kehadiran spiritual Kristus menyata dalam roti dan anggur yang dikonsekrir.
Sekitar 500 an siswa bersama Kepala Sekolah dan staf dewan guru menghadiri dan mengikuti kegiatan rekoleksi yang dilaksanakan di dalam gedung gereja.
Setelah kegiatan rekoleksi, dilanjutkan dengan pengakuan dosa yang dilayani oleh dua Imam, RD. Maken dan RD. Kiven.
Diharapkan, setelah mengikuti rekoleksi ada perubahan atau transformasi/pembaruan dalam sikap dan hidup yang menyatakan kesiapan menyambut kedatangan Sang Juru Selamat.***