
Perjalanan Karitas ke Paroki St. Eduardus Watunggong menjadi sebuah kesaksian sederhana namun kuat: kasih tidak mengenal jalan yang terlalu jauh ketika ada manusia yang harus dijumpai. Dan mungkin, di sanalah makna terdalam Caritas menemukan wajahnya: datang, hadir, mendengarkan, melayani, dan berjalan bersama mereka yang menderita.
Terima kasih kepada Bapak Jimmy Widjaja atas kepedulian dan bantuan kemanusiaan yang diberikan. Terima kasih pula kepada Pendeta Ronal, Babinsa Kecamatan Congkar, serta semua pihak yang telah mengambil bagian dalam menghadirkan kepedulian bagi umat Paroki St. Eduardus Watunggong.
KBG yang dinamis akan selalu bertransformasi. Transformatif didasarkan dalam terang kasih Tritunggal. Pertama-tama harus menjadi tanda kehadiran Allah dan persekutuan kasih yang membebaskan manusia dari semua hal buruk. Kemudian meningkatkan semangat solidaritas (membantu/berbagi) relasi yang setara.
Prosesi dimaknai sebagai tanda Gereja yang sedang berjalan; melambangkan kondisi umat Allah yang berziarah bersama menuju tanah air surgawi. Gereja yang tidak hanya berpusat di altar tetapi berjalan, berziarah keluar untuk melihat realitas, membawa tanggung jawab sebagai peziarah yang membawa praksis altar ekonomi kreatif.
Romo Haryatmoko menjabarkan juga tentang trik dan tahapan pembuatan akun media digital juga menganjurkan agar sebaiknya dibentuk tim untuk lebih memudahkan seluruh proses pewartaan berbasis digital. Resiko pasti selalu ada tetapi kita mesti berkeyakinan bahwa pewartaan berbasis digital merupakan sebuah model pewartaan yang lebih mudah diakses dan cepat sampai kepada umat.
Musik liturgi Katolik merupakan musik suci yang menyatu dengan perayaan ekaristi/ibadat, berfungsi memuliakan Allah, dan menyucikan umat. Ciri utamanya adalah sakral, indah, sesuai tata gerak liturgi, dan diutamakan untuk membantu doa bersama. Nyanyian liturgi berbeda dengan lagu rohani biasa karena terikat pada teks dan ritus liturgi.