Harapan yang Menolak Padam di Balik Puing Gempa: Mengalirnya Kasih untuk Paroki Watunggong

Proses pendistribusian paket bantuan kepada umat terdampak gempa bumi di Paroki St. Eduardus Watunggong terus berlanjut.

Penyerahan bantuan kasih kepada umat terdampak gempa bumi di Paroki Watunggong.

Watunggong - 22 Agustus 2026 – Di tengah lara pascagempa yang mengguncang bumi Flores, berkat dan kasih karunia Tuhan terus mengalir bagi umat Paroki St. Eduardus Watunggong. Berbagai uluran tangan dari jiwa-jiwa berbaik hati silih berganti datang membasuh duka umat. Pada hari ini, Sabtu, 22 Agustus 2026, pihak paroki menerima donasi khusus untuk korban gempa dari tim media Floresa dan sejumlah dermawan, yang dengan segera dikonversi menjadi paket kebutuhan pokok.


Siang ini, sebanyak 21 paket kasih diantarkan langsung ke tengah umat di wilayah Stasi Cumbi yang terdampak gempa, serta kepada beberapa Komunitas Basis Gerejawi (KBG) di wilayah pusat paroki yang sebelumnya belum tersentuh bantuan. Tim pastoral yang terdiri dari Diakon Hendra, Frater Andrew, Riko, anggota DKP, Bapak Brian, dan Ketua DPP, Bapak Ignas, turun menyapa langsung umat di lapangan. Di balik terpal dan tenda darurat pengungsian, gurat kecemasan di wajah warga seketika berubah menjadi sunggingan senyum yang merekah. Proses distribusi ini juga didokumentasikan, tidak saja sebagai bentuk transparansi kepada para donatur, tetapi lebih dari itu, menjadi saksi akan hadirnya Gereja di tengah umat yang menderita.


Jejak kepedulian yang hangat juga ditorehkan oleh para biarawati Ursulin. Menempuh perjalanan panjang yang menguras tenaga dan waktu dari Ruteng, para suster ini kembali menjejakkan kaki di bumi Congkar pada siang hari untuk mengantarkan langsung 78 paket sembako. Bantuan tersebut diserahkan kepada pihak paroki untuk disalurkan lebih lanjut. Setelah singgah sejenak untuk berbagi cerita dan makan siang dalam kehangatan persaudaraan di pastoran, mereka kembali bertolak ke Ruteng. Kunjungan ini bukan sebatas pengiriman logistik, melainkan sebuah tindakan kesaksian kristiani yang indah—bukti nyata solidaritas tanpa lelah. Mewakili keluarga besar paroki, Diakon Hendra menyampaikan apresiasi yang mendalam, seraya memastikan bahwa semua kebaikan tersebut akan segera diteruskan ke tiga stasi yang belum sempat dijangkau, yakni Stasi Wangkar, Ngkolong, dan Ngkodal.


Rantai kebaikan ini nyatanya telah terjalin tanpa putus. Sehari sebelumnya, kasih yang sama juga ditunjukkan oleh Komunitas Persekutuan Doa Karismatik Katolik (PDKK) Paroki Watunggong. Mereka turut mengambil bagian dalam meringankan beban sesama dengan menyalurkan bantuan sembako dan obat-obatan kepada beberapa kepala keluarga terdampak di area pusat paroki, serta dua keluarga lainnya di Stasi Lawi.


Kini, tatkala guncangan berbagai gempa susulan perlahan mereda, ada satu permenungan berharga yang perlu diendapkan dalam batin kita. Tenda-tenda pengungsian dan puing-puing bangunan publik memang menyisakan kepedihan, tetapi dari sanalah kita belajar bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan harapan itu mati. Ia bekerja dan menampakkan wajah-Nya melalui tangan-tangan manusia yang tergerak oleh belas kasih.

Lebih jauh lagi, kita patut menaruh hormat setinggi-tingginya kepada para relawan, donatur, dan semua orang yang sudi berbagi hidup di saat sulit ini. Mereka berani menembus rasa takut, mengulurkan bantuan persis di saat keselamatan dan nyawa mereka sendiri sejatinya masih diintai ancaman bencana. Mari terus berdoa bagi mereka seraya memohon agar Tuhan senantiasa memantik kebaikan di hati lebih banyak orang. Sebab, selama kasih dan kepedulian itu masih berdenyut, harapan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali bertumbuh.

.

LINK TERKAIT