
Dalam injil hari ini, yang diambil dari Khotbah di atas Bukit, Yesus mengingatkan para pengikut-Nya untuk menjadi murah hati, penuh belas kasih, pengampun. Secara lebih khusus, Yesus memerintahkan pengikut-Nya untuk tidak menghakimi sesama.
Prapaskah adalah kesempatan bagi transformasi atau perubahan ke arah yang lebih baik. Ia menjadi momen dalamnya kita mengarahkan diri pada suatu hidup yang lebih bermakna dan bermartabat.
Tindakan mengasihi atau memperlakukan sesama dengan belas kasih menjadi ciri khas dari kita yang menyebut diri sebagai Kristen.
Yesus mengajarkan kemurkaan, terutama kemarahan yang bertahan lama, sebagai hal yang buruk. Yesus pun mengajak kita untuk mengendalikan diri ketika marah agar tidak melukai orang lain.
Tuhan tahu semua kebutuhan kita. Dia juga tahu saat yang terbaik, cara terbaik, serta hal terbaik yang kita butuhkan. Dia bahkan memberikan kepada kita lebih dari yang kita perlukan.
Menjadi terang dan garam merupakan panggilan untuk memberikan kesaksian tentang belas kasih Allah. Menjadi garam dan terang berarti menjadi berguna bagi sesama tanpa harus beroleh untung.