
Yesus sendiri tidak membiarkan penolakan mengalihkan fokus-Nya dari aksi memberitakan Injil. Dia tetap setia pada panggilan-Nya sampai pada titik akhir.
(Retrieved from https://waitforthelordjesus.wordpress.com/2020/03/26/why-was-jesus-rejected-at-nazareth)
Hari Biasa Pekan
Prapaskah III
Senin, 9 Maret 2026
Bacaan:
2 Raj. 5:1-15a
Mzm. 42:2.3:43:3.4
Luk. 4:24-30
“Menghadapi
Penolakan”
Sobat-sobat Gaung yang terkasih
Injil hari ini menampilkan
Yesus yang menghadapi penolakan dari orang-orang Nazaret yang skeptis terhadap
karya-Nya. Berhadapan dengan penolakan tersebut, Yesus mengangkat kisah
Perjanjian Lama tentang Allah yang memberkati orang-orang yang dianggap kafir –
Naaman dan Janda di Sarfat – dan pada saat bersamaan menolak
orang-orang Yahudi. Dua orang kafir tersebut mengalami mukjizat karena
mereka lebih terbuka dan percaya kepada Allah ketimbang orang-orang Israel yang
telah diangkat menjadi bangsa pilihan Allah.
Pengalaman penolakan Yesus
ini menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk mewartakan kebaikan Allah tidak pernah
berlangsung pada jalan lurus dan mulus. Sebagaimana Yesus yang ditolak, kita
juga pasti akan menghadapi penolakan, cemoohan, dan bahkan pengkhianatan.
Hal-hal negatif ini barang tentu akan membuat kita patah asa, merasa kurang
pantas, dan tidak dicintai. Kita pun pada akhirnya mungkin mulai berpikir untuk berhenti.
Saat pikiran di atas muncul,
kita mesti ingat bahwa penolakan sudah menjadi bagian dari hidup Yesus. Yesus
sendiri tidak membiarkan penolakan mengalihkan fokus-Nya dari aksi memberitakan
Injil. Dia tetap setia pada panggilan-Nya sampai pada titik akhir.
Kita pun dipanggil untuk
tetap setia ketika menghadapi penolakan. Kita memang tidak sempurna. Kita juga
sering jatuh dan gagal dalam mengamalkan kebaikan. Terlepas dari semuanya itu,
kita kiranya tidak berhenti tetapi tetap berserah pada Tuhan. Sebab, Tuhan
tidak memanggil kita untuk sukses tetapi untuk setia!