Yesus dan Hukum

Sebagai pengikut Yesus, kita mempunyai kewajiban untuk mentaati, mematuhi dan meneladani Yesus – Sang Perjanjian Baru.

(Retrieved from https://biblevisuals.org/product/1037-new-testament-volume-37-the-new-covenant/?srsltid=AfmBOooAewdVwOeBm3xyceA3CoISbV1lWZEJOD41F1FSaXamuZkg7NJi)

Hari Biasa Pekan Prapaskah III

Rabu, 11 Maret 2026

Bacaan:

Ul. 4:1.5-9

Mzm. 147:12-13.15-16.19-20

Mat. 5:17-19

“Yesus dan Hukum”

Sobat-sobat Gaung yang terkasih

Perikop Injil hari ini berkisah tentang Yesus yang menyatakan tujuan kedatangan-Nya, bukan untuk menghapuskan hukum melainkan untuk menggenapinya. Yesus menggarisbawahi hubungan antara hukum Perjanjian Lama yang diwartakan para nabi dan hukum Perjanjian Baru yang tergenapi dalam Yesus. Sebagaimana hukum dipakai sebagai panduan moral dan prinsip etis, Yesus telah didaulat oleh Bapa-Nya sebagai titik tolak, panduan, dan pedoman hidup bagi orang-orang beriman. Dalam lain perkataan, Yesus adalah hukum itu sendiri.

Sebagai pengikut Yesus, kita mempunyai kewajiban untuk mentaati, mematuhi dan meneladani Yesus – Sang Perjanjian Baru. Ketaatan yang dimaksud bukanlah sekadar kepatuhan pada peraturan lahiriah. Ia adalah seruan untuk mengarahkan hati hanya kepada Yesus; menaati Dia dengan kesadaran penuh; serta mendamba-Nya dengan kerinduan yang mendalam.

 

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT