Cinta akan Allah dan Sesama

Mencintai Allah dan mencintai sesama merupakan dua prinsip yang tidak terpisahkan. Mari kita hidupi dua-duanya dengan kesungguhan dan ketulusan!

(Retrieved from https://covenantpensacola.org/2021/02/14/galatians-513-15-sermon-21-christian-freedom-love-god-love-others/)

Hari Biasa Pekan Prapaskah III

Jumat, 13 Maret 2026

Bacaan:

Hos. 14:2-10

Mzm. 81:6c-8a.8bc-9.10-11ab.14.17

Mrk. 12:28b-34

“Cinta akan Allah dan Sesama”

Sobat-sobat Gaung yang terkasih

Dalam Injil hari ini dikisahkan tentang percakapan Yesus dengan seorang ahli Taurat. Si ahli Taurat ini rupanya merasa gembira melihat Yesus yang bisa membungkam orang-orang Saduki yang berusaha menjebak Dia. Saking kagumnya, si ahli Taurat ini menantang Yesus untuk merangkum keseluruhan hukum Taurat dalam satu perintah.

Menanggapi si ahli Taurat, Yesus mengumumkan bahwa keseluruhan isi Taurat termaktub dalam perintah untuk mencinta Tuhan dan sesama. Mencintai Tuhan berarti menempatkan kehendak Tuhan di atas kepentingan pribadi. Mencintai Tuhan juga berarti menyediakan waktu bagi Dia agar kita bisa mensyukuri anugerah-Nya, memohon pengampunan, serta menyampaikan segala kebutuhan kita kepada-Nya. Sementara itu, mencintai sesama mengandaikan situasi dalamnya kita sedia memberikan bantuan, motivasi, penghiburan, penguatan, pengampunan, serta doa bagi orang lain. Mencintai sesama dengan tulus tidak mengenal batasan warna, ras, gender, usia, status sosial, serta kategori manusiawi lainnya. Mencinta sesama juga tidak hanya terbatas pada pribadi manusia tetapi juga lingkungan tempat kita hidup serta ciptaan Tuhan lainnya.

Mencintai Allah dan mencintai sesama merupakan dua prinsip yang tidak terpisahkan. Mari kita hidupi dua-duanya dengan kesungguhan dan ketulusan!

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT