
Para rasul memang mengalami pengalaman transformatif melalui kuasa mengajar, menyembuhkan, dan mengusir setan yang diberikan Yesus pada mereka. Namun, Yesus ingin agar para rasul menyadari bahwa dasar dari semua pelayanan itu adalah belas kasih.
Orang yang tidak mau bertobat akan semakin mengalami kebutaan rohani. Sebaliknya, pertobatan tidak hanya membawa pengampunan, tetapi juga memungkinkan Allah untuk mengubah luka-luka dosa menjadi instrumen kasih karunia.
Nasihat dapat dimaknai sebagai ajaran, petunjuk, anjuran, atau peringatan baik yang bertujuan memberikan panduan, motivasi, atau perbaikan bagi para penerimanya. Dengan kata lain, nasihat bertujuan tulus untuk mendatangkan kebaikan.
Tolok ukur Allah berbeda dengan kita. Bila kita lebih banyak menilai berdasarkan status sosial, Allah menilai kita berdasarkan status iman kita.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa Yesus menerima diri kita apa adanya. Oleh karena itu, kita tidak perlu menunggu sampai kita memiliki motivasi yang benar dan iman yang kuat untuk membawa persoalan-persoalan kita kepada Yesus. Mari kita bawa luka-luka fisik, penyakit mental, serta kelelahan spiritual kita dan mohon sentuhan penyembuhan-Nya bagi diri kita.
Semoga sebagai Gereja yang berjalan bersama dalam semangat sinodalitas, kita sungguh menjadi umat yang beriman teguh, bersaudara sejati dan misioner yang rendah hati, sehingga lewat hidup kita, dunia dapat merasakan kehadiran Kerajaan Allah.