
Yesus mengundang kita untuk memiliki komitmen yang penuh pada Allah seraya melawan berbagai godaan jahat yang bisa menjauhkan kita dari-Nya.
(Retrieved from https://katolisitas.org/iman-dan-praktek-iman-gereja-mengatasi-kuasa-kegelapan/)
Hari Biasa Pekan
Prapaskah III
Kamis, 12 Maret 2026
Bacaan:
Yer. 7:23-28
Mzm. 95:1-2.6-7.8-9
Luk. 11:14-23
“Memerangi
yang Batil”
Sobat-sobat Gaung yang terkasih
Perikop Injil hari ini
mengisahkan Yesus yang mengusir roh jahat dari dalam diri seseorang. Mukjizat
pengusiran ini tidak hanya mengundang decak kagum tetapi juga sikap skeptis dan
kecurigaan dari orang-orang yang cemburu dengan Yesus. Yesus merespon hal negatif
ini dengan menyatakan otoritas-Nya berasal dari Surga dan mukjizat yang
dilakukan-Nya merupakan bagian dari perwujudan Kerajaan Allah.
Peristiwa yang dialami Yesus
mengingatkan kita tentang dua hal berikut. Pertama,
kita senantiasa berada dalam pergulatan spiritual. Hidup kita terkatung-katung
di antara perseteruan kuasa terang dan kuasa gelap. Sebagaimana Yesus yang
mengusir roh jahat, kita pun diharapkan mampu untuk melawan dan menolak
berbagai kecenderungan batil atau jahat. Yesus mengundang kita untuk memiliki
komitmen yang penuh pada Allah seraya melawan berbagai godaan jahat yang bisa
menjauhkan kita dari-Nya. Kedua,
usaha baik sering berada dalam bayang kecurigaan. Yesus sudah melakukan
kebaikan dengan menyembuhkan orang yang menderita kerasukan. Sayangnya,
tindakan Yesus tersebut malah dicurigai dan dianggap sebagai pekerjaan iblis. Pengalaman
Yesus ini adalah juga pengalaman nyata kita. Dalam keseharian hidup, kita tidak
jarang menjumpai keadaan kala kesungguhan hati untuk kebaikan sering ditafsir sebagai
ajang cari perhatian, kesempatan dapat pengakuan, dan ladang untuk dapat untung.
Penafsiran-penafsiran yang keliru ini boleh jadi merupakan cara si batil untuk
menggagalkan niat dan usaha baik kita. Oleh karena itu, selama niat kita baik dan
tujuan kita mulia, kita dipanggil untuk tidak berhenti tetapi terus berjuang
demi kebaikan. Yesus mendapat banyak tantangan tetapi Ia tidak pernah memilih
untuk berhenti. Kita pun harus demikian!