
Tindakan mengasihi atau memperlakukan sesama dengan belas kasih menjadi ciri khas dari kita yang menyebut diri sebagai Kristen.
Yesus mengajarkan kemurkaan, terutama kemarahan yang bertahan lama, sebagai hal yang buruk. Yesus pun mengajak kita untuk mengendalikan diri ketika marah agar tidak melukai orang lain.
Tuhan tahu semua kebutuhan kita. Dia juga tahu saat yang terbaik, cara terbaik, serta hal terbaik yang kita butuhkan. Dia bahkan memberikan kepada kita lebih dari yang kita perlukan.
Menjadi terang dan garam merupakan panggilan untuk memberikan kesaksian tentang belas kasih Allah. Menjadi garam dan terang berarti menjadi berguna bagi sesama tanpa harus beroleh untung.
Para rasul memang mengalami pengalaman transformatif melalui kuasa mengajar, menyembuhkan, dan mengusir setan yang diberikan Yesus pada mereka. Namun, Yesus ingin agar para rasul menyadari bahwa dasar dari semua pelayanan itu adalah belas kasih.
Orang yang tidak mau bertobat akan semakin mengalami kebutaan rohani. Sebaliknya, pertobatan tidak hanya membawa pengampunan, tetapi juga memungkinkan Allah untuk mengubah luka-luka dosa menjadi instrumen kasih karunia.