
Pertemuan ini menjadi tanda bahwa karya pastoral Gereja membutuhkan keterlibatan dan kerja sama banyak pihak. Dukungan paroki, kesediaan para suster, serta komunikasi dengan pimpinan kongregasi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pelayanan yang berkelanjutan.
Foto bersama rombongan utusan Paroki St Eduardus Watunggong dengan Para Suster PSM Ruteng
Dalam semangat persaudaraan dan kerja sama demi pengembangan pelayanan pastoral Gereja, utusan Paroki St. Eduardus Watunggong mengadakan pertemuan dengan para Suster Penyembah Sakramen Mahakudus (PSM) di Ruteng. Pertemuan yang berlangsung pada hari Jumat (09/10) ini membahas persiapan tempat tinggal para suster sekaligus rencana pelayanan pastoral mereka di Paroki St. Eduardus Watunggong.
Rombongan utusan Paroki St. Eduardus Watunggong terdiri dari Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP), Bapak Ignatius Randus; Wakil Ketua I DPP, Bapak Fransiskus Lehot; Ketua Dewan Keuangan Paroki (DKP), Bapak Gabriel Geong; Seksi Tanah dan Aset DKP, Bapak Geradus Naji; utusan ketua wilayah, Bapak Petrus Sudir dan Ibu Kresensia Mueng; Penasihat Paroki, Bapak Rafael Dandung; serta Sekretaris Paroki, Bapak Agustinus Seran.
Rombongan diterima secara langsung oleh Pimpinan Biara, Sr. Nevas, PSM, bersama para anggota komunitas. Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan persaudaraan, dengan perhatian utama pada kesiapan sarana tempat tinggal serta kemungkinan kehadiran para suster untuk menetap dan berkarya di Watunggong.
Paroki Menyediakan Gedung untuk Tempat Tinggal Para Suster
Dalam pertemuan tersebut, pihak paroki menyampaikan kesediaannya menyediakan satu gedung untuk digunakan sebagai tempat tinggal para suster PSM. Gedung berukuran 7 x 23 meter itu sebelumnya difungsikan sebagai gedung serbaguna, kemudian digunakan sebagai tempat indekos, dan kini ditawarkan kepada para suster untuk menjadi tempat tinggal sekaligus mendukung karya pelayanan mereka.
Gedung tersebut akan diberikan melalui skema pinjam pakai untuk jangka waktu yang belum ditentukan. Adapun renovasi dan penyesuaian bangunan sesuai kebutuhan komunitas serta kegiatan pelayanan akan menjadi tanggung jawab para suster.
Penyediaan gedung ini merupakan salah satu bentuk dukungan nyata Paroki St. Eduardus Watunggong terhadap rencana kehadiran dan karya pelayanan para suster. Harapannya, fasilitas tersebut tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga berkembang menjadi pusat kegiatan pastoral yang membawa manfaat bagi umat dan masyarakat sekitar.
Menjadi Pusat Kegiatan Pendidikan dan Pelayanan Sosial
Selain sebagai tempat tinggal, gedung tersebut direncanakan menjadi pusat bagi sejumlah kegiatan pastoral. Beberapa bidang pelayanan yang direncanakan antara lain Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Penitipan Anak (TPA).
Kehadiran pelayanan ini diharapkan dapat membantu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pendampingan dan pendidikan anak-anak sejak usia dini. Melalui karya pendidikan dan pelayanan sosial, para suster diharapkan dapat mengambil bagian dalam membangun kehidupan umat yang lebih baik, terutama dalam mendampingi anak-anak dan keluarga.
Rencana tersebut juga menjadi bagian dari harapan bersama agar kehadiran para suster tidak hanya memperkaya kehidupan rohani umat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan pendidikan dan kehidupan sosial di wilayah Paroki St. Eduardus Watunggong.
Menunggu Kepastian dari Pimpinan Umum di Roma
Menanggapi tawaran dan informasi yang disampaikan oleh pihak paroki, Sr. Nevas, PSM, menyambutnya dengan baik. Namun, keputusan mengenai waktu menetapnya para suster di Watunggong masih menunggu pembicaraan dan persetujuan dari pimpinan umum kongregasi di Roma.
Sr. Nevas menyampaikan bahwa rencana tersebut merupakan sesuatu yang baik. Kepastian mengenai waktu kehadiran dan penetapan komunitas di Watunggong akan disampaikan setelah dirinya bertemu dengan pimpinan umum di Roma pada pertengahan November.
Dengan demikian, pertemuan di Ruteng ini menjadi langkah penting dalam proses persiapan, meskipun keputusan akhir mengenai waktu para suster mulai menetap dan menjalankan pelayanan di Paroki St. Eduardus Watunggong masih menunggu konfirmasi dari pihak kongregasi.
Surat Resmi untuk Mendukung Legalitas dan Kepastian Pelayanan
Selain menunggu keputusan dari pimpinan umum kongregasi di Roma, Sr. Nevas, PSM, juga menantikan surat resmi dari Pastor Paroki St. Eduardus Watunggong. Surat tersebut akan ditujukan kepada pimpinan umum kongregasi di Roma dan kepada Bapa Uskup sebagai pimpinan wilayah Gereja setempat.
Surat resmi ini diperlukan untuk mendukung proses administrasi, memenuhi kebutuhan legalitas, serta menjadi dasar bagi penerbitan surat keputusan (SK) terkait rencana kehadiran dan pelayanan para suster PSM di Paroki St. Eduardus Watunggong.
Dengan adanya surat resmi tersebut, diharapkan proses komunikasi dan koordinasi antara pihak paroki, pimpinan kongregasi, dan pimpinan Gereja setempat dapat berjalan dengan baik. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kehadiran para suster agar rencana menetap dan berkarya di Watunggong memiliki landasan administratif yang jelas.
Pihak paroki dan para suster pun berharap agar seluruh proses ini dapat berjalan lancar, sehingga rencana pelayanan di bidang pendidikan, pendampingan anak-anak, dan karya pastoral lainnya dapat segera memperoleh kepastian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mempererat Persaudaraan dan Menumbuhkan Harapan
Setelah santap siang bersama, rombongan utusan paroki diajak berkeliling untuk melihat lingkungan biara. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat berbagai fasilitas dan aktivitas komunitas, termasuk pemeliharaan ternak serta tanaman yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para suster.
Kunjungan ini berlangsung kurang lebih empat jam, mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WITA. Selain menjadi kesempatan untuk membicarakan kebutuhan tempat tinggal dan rencana pelayanan, pertemuan tersebut juga mempererat hubungan persaudaraan antara pihak Paroki St. Eduardus Watunggong dan komunitas Suster PSM.
Pertemuan ini menjadi tanda bahwa karya pastoral Gereja membutuhkan keterlibatan dan kerja sama banyak pihak. Dukungan paroki, kesediaan para suster, serta komunikasi dengan pimpinan kongregasi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pelayanan yang berkelanjutan.
Bagi umat Paroki St. Eduardus Watunggong, rencana kehadiran para suster PSM membawa harapan baru bagi pengembangan karya pastoral, khususnya di bidang pendidikan dan pelayanan sosial. Umat pun diharapkan terus mendukung proses ini melalui doa, semangat persaudaraan, dan keterlibatan aktif dalam kehidupan menggereja.
Semoga seluruh proses persiapan ini berjalan dengan baik dan memperoleh keputusan yang membawa kebaikan bagi semua pihak. Jika Tuhan berkenan, kehadiran para Suster Penyembah Sakramen Mahakudus di Watunggong kelak menjadi berkat bagi umat, anak-anak, keluarga, dan masyarakat luas, serta semakin menghidupkan semangat pelayanan dan kasih Kristus di tengah Gereja.
“Sebab sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.” (1 Korintus 12:12).
Dalam semangat kesatuan itulah, kerja sama antara paroki dan para suster diharapkan terus bertumbuh demi pelayanan Gereja yang semakin dekat dengan umat dan semakin peka terhadap kebutuhan masyarakat.***