
Pada beberapa titik pelayanan, yang menjadi petugas keamanan adalah komunitas Remaja Masjid (Remas). Mereka sangat setia dalam menjalani peran tersebut yang memastikan setiap perayaan dapst berlangsung dengan aman dan kondusif. Selain itu, ada juga unsur TNI/Polri yang selalu hadir dalam setiap perayaan.
Kolase foto perayaan Tri Hari Suci di Paroki St Eduardus Watunggong
Perayaan Tri Hari Suci, Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Suci/Vigili Paskah di Paroki St. Eduardus Watunggong tahun 2026 berlangsung di lima titik yakni di pusat Paroki, Stasi Paleng, Stasi Kenda, Stasi Ngkolong dan Stasi Ngkodal.
Para Imam dan suster dari empat kongregasi di utus dan tersebar di titik-titik pelayanan tersebut dengan jarak tempuh bervariasi.
Pater Rofin, CS bersama dua orang suster DGE melayani di Stasi Kenda, RD. Pepi Bora dengan dua orang suster SSPS asistensi di Stasi Ngkolong. Selanjutnya, RD. Kiven Naring (Vikaris Parokial) ditemani dua orang suster HHE misa di Stasi terjauh, Ngkodal. RD. Martin Kendo (Pastor Paroki) dibantu dua orang suster MBC melayani umat Stasi Paleng. Sementara itu, di Pusat Paroki, dulayani oleh RD. Beben Gaguk dengan Bruder Ari, SVD dibantu empat orang suster mahasiswi UNIKA St Paulus Ruteng.
Dari laporan serta video dan foto yang dikirim ke kami, perayaan Tri Hari Suci di seluruh titik pelayanan berjalan lancar, aman, damai dan sukses.
Di pusat Paroki, umat meluber memenuhi bagian dalam dan terop yang disiapkan panitia, bahkan tampak masih ada yang harus berada di luar terop. Mereka dengan antusia dan semangat mengikuti rangkaian perayaan Ekaristi hingga selesai.
Moment mengenang perjamuan malam terakhir, sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus terasa sangat khusuk dan syahdu. Umat yang hadir sungguh masuk dalam setiap rangkaian peristiwa yang diperdengarkan lewat bacaan-bacaan Kitab Suci.
RD. Beben Gaguk dalam kotbah-kotbahnya menggugah umat untuk mengalami dan membawa peristiwa-peristiwa tersebutnke dalam hidup yang nyata, ke dalam setiap perjalanan kehidupan masing-masing.
Cinta luar biasa Kristus kepada manusia dinyatakan dalam peristiwa sengsara dan wafat, mengambil bagian dalam situasi hidup kita. Sementara itu, kebangkitan Kristus mesti menggerakkan hidup kita, membaruinya untuk menjadi lebih baik, lebih berguna.
Paskah (pancaran sinar kasih Allah) mesti kita maknai sebagai sebuah gerakan kasih, yang membuat hidup kita menjadi baru.
Kita mesti ikut bangkit dan mengalahkan setiap belenggu hidup. Mematikan pedang-pedang kata-kata kasar, permusuhan, kebencian, iri hati, gosip dan sebagainya yang bersifat negatif.
Paskah kali ini juga, di Pusat Paroki dan Stasi Paleng, turut hadir dan bertindak sebagai penanggung liturgi adalah Mahasiswa-mahasiswi PG PAUD dan PGSD UNIKA St Paulus Ruteng.
Pada beberapa titik pelayanan, yang menjadi petugas keamanan adalah komunitas Remaja Masjid (Remas). Mereka sangat setia dalam menjalani peran tersebut yang memastikan setiap perayaan dapst berlangsung dengan aman dan kondusif. Selain itu, ada juga unsur TNI/Polri yang selalu hadir dalam setiap perayaan.
Kesan umat pada perayaan Paskah kali ini amat baik. Panitia sudah bekerja semaksimal mungkin, menyiapkan segala sesuatau agar menjawab setiap kebutuhan.
Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa perayaan Ekaristi Tri Hari Suci tahun ini sangat sukses.
Mari terus berjalan bersama, bekerjasama untuk setiap perayaan di waktu-waktu yang akan datang.
Tuhan melihat semua karya pelayanan kita. Kebangkitan Kristus membawa harapan baru dalam hidup kita.***