
Dalam Sinode IV sesi II ini akan tampil tiga pembicara ahli. Pertama dalam Bidang Pewartaan Dr. Haryatmoko dari STF Driyarkara Jakarta, akan membahas tema “Membangun Ekosistem Pewartaan Digital dalam Gereja Sinodal”. Dalam Bidang Pengudusan, Dr. Inosensius Sutam akan membicarakan tema “Gereja yang Berziarah dalam Prosesi dan Festival Religi”. Dalam Bidang Persekutuan, Prof. Dr. Yohanes S. Lon akan mempresentasikan tema “Komunitas Basis Gerejawi yang hidup”.
Peserta sidang Sinode IV Keuskupan Ruteng
Dalam tahun 2026, Keuskupan Ruteng menyelenggarakan Sinode IV sebagai perjalanan bersama umat Allah untuk mendengar bisikan Roh Kudus yang menuntun kehidupan di tanah Nucalale tercinta dan menginspirasi gerakan bersama menjadi “Garam dan Terang dunia” (Mat: 5). Sinode IV ini melanjutkan dan sekaligus memperbaharui arah dasar Keuskupan Ruteng dalam Sinode III (2013-2015), yang telah diimplementasikan dalam lingkaran 10 tahun 2016-2025: Menjadi persekutuan umat Allah Keuskupan Ruteng yang beriman utuh, dinamis, dan transformatif. Sinode IV Keuskupan Ruteng dituntun oleh motto: Berziarah bersama dalam pengharapan-Beriman, Bersaudara, Misioner.
Sinode IV dibagi dalam 4 sesi. Dalam sesi pertama 3-7 Januari 2026 telah dilakukan evaluasi tentang ketercapaian arah dasar Keuskupan Ruteng dalam Sinode III. Selain itu, sejalan dengan gerakan Gereja Universal telah direfleksikan dan ditegaskan komitmen Keuskupan Ruteng untuk menjadi Gereja yang sinodal, yaitu Gereja yang bergandeng tangan dan membulatkan tekad untuk berziarah bersama dalam tuntunan Yesus Kristus sang Gembala Agung untuk semakin mampu mewartakan kabar sukacita injili di tanah Congkasae Manggarai Raya tercinta.
Dalam sesi kedua yang berlangsung 13-17 April 2026, akan direfleksikan aneka program pastoral yang terurai dalam tiga bidang utama yaitu Pewartaan, Pengudusan, dan Persekutuan umat. Dalam bidang Pewartaan, peserta Sinode akan mendalami karya pastoral dalam sub bidang Kitab Suci, katekese sakramen dan katekese umat, serta pewartaan dalam era digital. Dalam bidang Pengudusan, peserta Sinode akan membahas pelayanan pastoral dalam sub bidang sakramen, sakramentali, dan devosi umat. Dalam bidang persekutuan, peserta Sinode akan berdiskusi tentang reksa pastoral dalam sub bidang Komunitas Basis Gerejawi (KBG), persekutuan stasi, persekutuan Orang Muda Katolik (OMK), Sekami, dan Komunitas Rohani. (Sesi ketiga 1-5 Juni 2026: Diakonia Sosial-Ekologi, Sesi keempat 4-8 Agustus 2026: Manajemen dan Pelayan Pastoral, 7 Oktober 2026: Perayaan puncak Sinode IV).
Seperti dalam Sinode III, Sinode IV menggunakan metode 3 M: Mendengar (Melihat), Menilai, Memutuskan. Sinode bertolak pertama-tama dari kenyataan konkret kehidupan umat. Dinamika kehidupan umat ini diperoleh melalui proses katekese umat di KBG dan kelompok kategorial lainnya, FGD, survei (angket), observasi. Selanjutnya realitas pastoral ini direfleksikan dalam terang Roh Kudus dalam proses sinodal maupun input Yang Mulia Uskup Ruteng dan para narasumber ahli. Kemudian hasil data pastoral dalam terang iman ini diolah menjadi sebuah desain program pastoral oleh peserta Sinode.
Dalam Sinode IV sesi II ini akan tampil tiga pembicara ahli. Pertama dalam Bidang Pewartaan Dr. Haryatmoko dari STF Driyarkara Jakarta, akan membahas tema “Membangun Ekosistem Pewartaan Digital dalam Gereja Sinodal”. Dalam Bidang Pengudusan, Dr. Inosensius Sutam akan membicarakan tema “Gereja yang Berziarah dalam Prosesi dan Festival Religi”. Dalam Bidang Persekutuan, Prof. Dr. Yohanes S. Lon akan mempresentasikan tema “Komunitas Basis Gerejawi yang hidup”.
Dalam momentum Sinode IV sesi II ini, akan pula dilaunching Keuskupan Ruteng Sayang Anak dalam perayaan Paskah bersama yang berlangsung pada hari Jumat, 17 April pukul 5 sore di Wae Lengkas Ruteng. Dalam kesempatan ini turut diundang Bapak Bupati Manggarai dan Bapak Bupati Manggarai Timur.***