
Orang yang menyambut Tuhan ialah mereka memperhatikan tanggung jawabnya untuk menghormati sesama dan membagikan kasih. Dengan demikian, ia pun akan menjadi bagian dari keluarga Kerajaan Allah.
(Retrieved from https://catatanseorangofs.wordpress.com/tag/ibu-dan-saudara-saudara-yesus)
Hari Biasa Pekan III
Selasa, 27 Januari 2026
Bacaan:
2 Sam. 6:12b-15.17-19;
Mzm. 24: 7.8.9.10;
Mrk. 3:31-35
Sambut Tuhan
Sobat-sobat Gaung yang terkasih
Penulis Kitab Samuel menulis
kisah tentang Daud dan orang Israel yang mengarak Tabut Tuhan menuju kemah yang
telah disiapkan Daud. Arak-arakan itu begitu meriah. Hewan-hewan kurban pilihan
dipersembahkan. Daud menari dengan sangat gembira; memberkati bangsa Israel;
lalu membagikan kepada mereka makanan untuk dibawa pulang.
Sukacita Daud dan Israel dalam
menyambut kehadiran Tuhan seharusnya menjadi contoh bagi umat beriman.
Sayangnya, sukacita ini tidak berdiam di hati dan benak semua orang. Masih
banyak orang yang mencurigai dan meragukan kuasa Tuhan. Tuhan Yesus mengalami
ini ketika kaum keluarga-Nya membawa Bunda Maria – yang sebenarnya selalu
mendukung Yesus – untuk menyudahi pewartaan Yesus dan membawa Yesus pulang.
Tuhan Yesus tentunya tidak goyah dengan hal ini. Dia bahkan memberikan jawaban
tegas, “Barang siapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki,
dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku!” Yesus memberikan pernyataan ini
bukan untuk menyudutkan ibu-Nya. Pernyataan ini malahan merupakan pujian kepada
ibu-Nya yang sudah selalu mendengarkan dan mematuhi firman Tuhan.
Melalui pernyataan ini, Yesus
juga mengajarkan kita bahwa orang yang menyambut Tuhan adalah orang yang
menerima dan melaksanakan firman-Nya dengan sukacita. Orang yang menyambut
Tuhan ialah mereka memperhatikan tanggung jawabnya untuk menghormati sesama dan
membagikan kasih. Dengan demikian, ia pun akan menjadi bagian dari keluarga
Kerajaan Allah.