
Keinginan yang tidak terjawab bukan tanda bahwa Tuhan menolak doa-doa kita. Bisa jadi, Dia mau menguji kesabaran kita. Boleh jadi juga, Dia mungkin sudah menyediakan hal lain yang lebih baik.
(Retrieved from https://en.wikipedia.org/wiki/Hannah_(biblical_figure))
Hari Biasa Pekan I
Senin, 12 Januari 2026
Bacaan:
1 Sam. 1:1-8;
Mzm.
116:12-13.14.17.18-19;
Mrk. 1:14-20
Sabar Menanti
Sobat-sobat Gaung yang terkasih
Orang Israel zaman dulu percaya bahwa anak adalah
anugerah yang bisa diberi atau ditahan oleh Allah. Kepercayaan ini begitu kuat
mengakar hingga dapat membuat para perempuan mandul – seperti Hana – merasa kecewa
dan frustrasi dengan kemandulan mereka. Setelah berdoa serta bernazar di
hadapan Tuhan, barulah Hana memperoleh seorang anak. Anaknya ini bahkan
kemudian menjadi salah satu nabi besar dalam sejarah Kerajaan Israel.
Hana pun menjadi representasi dari kita yang merasa
frustrasi dan kecewa karena doa-doa yang tidak terkabul, impian yang tidak
tercapai, serta mimpi yang tidak terjawab. Saking frustrasinya, kita bisa saja
menjadi berhenti untuk percaya dan berharap. Boleh jadi, kita juga menyalahkan
Tuhan atas situasi hidup kita yang tidak sesuai ekspektasi itu.
Belajar dari Hana, kita sekalian diajak untuk sabar
dan setia menanti jawaban Tuhan atas doa-doa kita. Keinginan yang tidak
terjawab bukan tanda bahwa Tuhan menolak doa-doa kita. Bisa jadi, Dia mau
menguji kesabaran kita. Boleh jadi juga, Dia mungkin sudah menyediakan hal lain
yang lebih baik. Tidak ada jawaban yang pasti. Sebab kedalaman misteri Tuhan
tidak akan pernah terselami. Satu hal yang pasti adalah Tuhan tidak pernah diam
dan pasif. Dalam diam-Nya, Dia tetap bekerja dengan aktif demi kebaikan kita.
Mari menjadi anak-anak-Nya yang sabar dalam menanti!