
Umat masih ingin bersama dengan Romo Kiven namun ketaatan pada tugas membuat segala keinginan harus dilepas untuk kebutuhan Keuskupan. Romo Kiven harus pergi, Romo harus menjawab ya dan umat mesti rela melepaskan dalam misi perutusan demi kemuliaan nama Allah.
Kolase foto bersama penyerahan kembali Romo Kiven kepada Keuskupan
Setelah berkarya kurang 11 bulan di Paroki St Eduardus Watunggong, kini Romo Agustinus Fransiskus Naring Kiven (Romo Kiven) harus beralih dan menjalani perutusan di tempat lain.
Pada bulan Mei 2026, Romo Kiven ditelwpon untuk menerima tugas perutusan baru yakni menjalani studi di Universitas Sanata Darma Jogjakarta.
Romo Kiven menerima perutusan baru itu dalam ketaatan sebagai seorang Imam. Romonharus kembali menjadi mahasiswa baru dalam ekosistem kampus baru.
Berita tentang studi itu kemudian disampaikan kepada Pastor Paroki RD Martinus Gunardi Kendo dan dilanjutkan kepada pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP), Dewan Keuangan Paroki (DKP), Penasihat/Pelindung yang selanjutnya diteruskan ke umat.
Informasi tersebut tentu saja menjadi sebuah berita mengejutkan karena umat sudah terlanjur sangat mencintai Romo dalam setiap karya pelayanan pastoral yang dilakukan.
Selama berada di Paroki St Eduardus Watunggong, Romo Kiven telah membuat banyak terobosan melalui ide-ide kreatif serta aktif dalam pendampingan kelompok-kelompok kategorial dalam paroki.