
Pembaptisan Tuhan mengingatkan kita akan pembaptisan kita sebagai orang-orang Katolik; akan identitas dan tugas kita sebagai anak-anak Allah.
(Retrieved from https://www.kompasiana.com/kristiantonaku7768/5ffa5ce2d541df52775105a2/pembaptisan-tuhan-permulaan-karya-misi-dan-berakhirnya-masa-natal)
Minggu, 11 Januari 2026
Bacaan
Yes. 42:1-4.6-7
Kis. 10:34-38
Mat.
3:13-17
Pembaptisan
Yesus oleh Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan menjadi peristiwa penting dalam
kehidupan Yesus. Peristiwa tersebut menandai berakhirnya kehidupan pribadi
Yesus sekaligus bermulanya karya publik Yesus di tengah-tengah kaum Israel. Peristiwa
tersebut juga menegaskan jati diri serta tujuan sejati kedatangan Yesus ke
dunia. Hal ini dipertegas melalui kehadiran Roh Kudus dalam rupa burung merpati
serta Allah yang bersabda kepada Yesus, “Inilah Putra-Ku yang terkasih,
kepada-Nyalah Aku berkenan”.
Kehadiran
Allah dan Roh Kudus menjadikan peristiwa pembaptisan Yesus sebagai kesempatan
bagi Allah Tritunggal menyatakan diri-Nya kepada umat manusia. Pernyataan Allah
dan peristiwa turunnya Roh Kudus juga menyatakan campur tangan ilahi dalam
karya Yesus.
Pernyataan
Allah memberikan penegasan kepada Yesus bahwa Dia adalah juru selamat yang
telah diramalkan para nabi dan yang telah ditentukan untuk menyelamatkan umat
Israel. Kita ingat dengan baik bahwa Yesus menerima “baptisan pertobatan” yang
ditujukan bagi pendosa. Dengan cara itu, Yesus sebenarnya secara tidak langsung
membiarkan dirinya masuk dalam hitungan dari orang-orang yang berdosa. Dengan
itu pula, Yesus sebenarnya sudah menunjukkan bentuk keselamatan yang diwartakan
dan ditawarkan-Nya. Keselamatan yang dimaksud bukanlah keselamatan dengan
pemberontakan melawan penjajah romawi melainkan dengan kematian-Nya di atas
kayu salib. Kehadiran Roh Kudus kemudian memperlengkapi Yesus dengan kuasa
ilahi untuk mewartakan kabar gembira tentang Tuhan yang mau membebaskan manusia
dari kuasa dosa dan jurang maut.
Dengan
ini, peristiwa pembaptisan Tuhan hendak mengajarkan kita dua hal berikut.
Pertama,
pembaptisan Tuhan mengingatkan kita akan identitas kita. Sesaat setelah Yesus
dibaptis, Allah Bapa langsung berfirman, “Inilah Putra-Ku yang terkasih,
kepada-Nyalah Aku berkenan”. Sebagaimana Yesus, kita juga telah dibaptis secara
Katolik. Pembaptisan membersihkan, menguduskan, serta menjadikan kita sebagai
Putra-Putri Allah.
Kedua, pembaptisan Tuhan mengingatkan kita akan tugas kita. Pembaptisan menjadi penanda dimulainya karya atau tugas pewartaan Yesus di tengah umat. Melalui pembaptisan, kita juga dilantik untuk menjadi rekan kerja Yesus. Yesus sudah berusaha untuk mendekatkan umat dengan Allah Bapa. Usaha tersebut juga diwariskan kepada kita sekarang. Tuhan tidak bekerja sendirian. Dia mengangkat kita semua sebagai rekan kerjanya dalam dunia yang fana ini.